Bakrie 7 Siap Jadi Bintang

Bakrie 7 Siap Jadi Bintang

- detikFinance
Kamis, 08 Okt 2009 07:34 WIB
Bakrie 7 Siap Jadi Bintang
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin bergerak anomali yakni melemah di saat bursa-bursa lain menguat. Pelemahan saham-saham grup Bakrie membuat IHSG yang sempat berjaya, terpuruk tajam dan sempat di bawah level 2.500.

Pada perdagangan Rabu (7/10/2009), IHSG ditutup melemah 14,740 poin (0,58%) ke level 2.513,406. Indeks LQ 45 melemah 2,507 poin (0,50%) ke level 495,097. Koreksi atas 7 saham grup Bakrie memberikan pengaruh cukup besar bagi pelemahan IHSG.

Namun kemenangan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkan diprediksi akan membuat saham-saham grup Bakrie kembali bergairah. Saham-saham grup Bakrie akan menjadi fokus investor pada hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu yang menjadi perhatian investor asing tentu hasil munas Golkar. Kita melihat ini sentimen sesaat. Namun asing biasanya memang sangat memperhatikan aspek politik dari saham-saham grup Bakrie terutama BUMI. Sepertinya pelaku pasar, baik asing maupun domestik sedang menanti hasil munas Golkar," ujar PT BNI Securities, Muhammad Alfatih.

Selain itu, investor akan fokus pada saham-saham komoditas yang sedang mengalami koreksi setelah menikmati kenaikan harganya.

IHSG pada perdagangan Kamis (8/10/2009) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Apalagi bursa-bursa regional kini juga sedang bergerak variatif dengan kisaran yang tipis.

Pada perdagangan Rabu (7/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup turun tipis 5,67 poin (0,06%) ke level 9.725,58. Namun indeks S&P dan Nasdaq masih bergerak menguat tipis.

Sementara Bursa Tokyo memulai perdagangan Kamis dengan melemah tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 30,86 poin (0,31%) ke level 9.768,74.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG mencatat penurunan -0,58% pada 2.513,406 menyusul sentimen negatif dari anjloknya saham BUMI. Sebagai salah satu saham dengan market cap terbesar, anjloknya saham ini diikuti oleh profit taking pada saham lainnya. IHSG pun akhirnya bergerak melemah ditengah menguatnya bursa regional.

Kami melihat koreksi yang terjadi bukan disebabkan oleh faktor fundamental seperti misalnya kondisi politik dan ekonomi yang yang buruk. Meski asing mencatat net selling dalam perdagangan kemarin, akan tetapi berdasarkan pantauan kami dana asing telah masuk dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini terlihat dari terus menguatnya nilai tukar rupiah.

Wacana dihentikannya penggunaan USD oleh negara-negara Arab dalam transaksi minyak mendorong USD terus bergerak melemah dibandingkan mata uang negara lain. Fund manager asing dengan dana kelolaan dalam USD terindikasikan mulai mengalihkan portofolio mereka ke negara dengan posisi currency yang kuat, pasar finansial yang tumbuh, serta ditunjang perekonomian yang stabil seperti Indonesia.

Hari ini meski berada dalam trend menguat, akan tetapi kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada hari ini. Koreksi yang terjadi menjadi momen bagi investor untuk mengevaluasi ulang portofolio mereka. Sementara saham grup Bakrie kami lihat masih menjadi fokus dari investor. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada level support-resistance 2.480-2.536.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads