Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M. Said Didu, pemerintah bakal mengambil dividen sekitar Rp 1,8-2 triliun dari beberapa perusahaan negara yang membukukan laba di kuartal III-2009.
"Kalau jumlahnya (dividen) yang paling kecil itu dari sektor pupuk," katanya saat dihubungi detikFinance , Kamis (8/10/2009).
Sektor industri yang bakal diambil dividen interim antara lain sektor industri perbankan, perkebunan, pertambangan dan pupuk. Khusus untuk PT Pertamina, pemerintah akan mengambil dividen tambahan sebesar Rp 500 miliar dari laba bersih tahun buku 2008.
Saat ini, pemerintah masih menghitung berapa kebutuhan dana untuk menutupi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2009. Dividen tersebut rencananya ditarik sekitar bulan November atau Desember.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menentukan BUMN mana saja yang bakal diminta dividen interim. Namun Said menolak menyebutkan identitas BUMN tersebut, alasannya banyak BUMN yang menjadi perusahaan terbuka.
"Jangan disebutkan dulu, karena banyak terbuka (go public ) disitu," imbuhnya.
(ang/dnl)











































