Mengawali perdagangan, IHSG sebenarnya sempat menghijau. Namun IHSG selanjutnya berbalik arah dan konsisten bergerak melemah. Melemahnya BUMI disertai dengan nilai transaksi yang besar membawa pengaruh besar bagi pelemahan IHSG.
Pada perdagangan Kamis (8/10/2009), IHSG ditutup melemah 28,888 (1,15%) ke level 2.484,518. Indeks LQ 45 juga melemah 6,820 poin (1,38%) ke level 488,277. Namun posisi ini masih lebih baik karena IHSG sempat terpuruk jauh di 2.472,627.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks KOSPI naik 17,46 poin (1,09%) ke level 1.615,46.
- Indeks Nikkei-225 naik 32,87 poin (0,34%) ke level 9.832,47.
- Indeks Hang Seng naik 251,31 poin (1,18%) ke level 21.492,9.
- Straits Times naik 12,98 poin ke level 2.647,61.
Perdagangan berjalan sangat semarak, dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.015 pada volume 6.434 juta lembar saham senilai Rp 8,841 triliun. Sebanyak 61 saham naik, 118 saham turun dan 87 saham stagnan.
Besarnya nilai transaksi ini disebabkan karena adanya crossing saham BUMI oleh CLSA senilai Rp 1,384 triliun. Juga adanya pembelian saham BUMI oleh Sinarmas Sekuritas senilai Rp 1,384 triliun di pasar negosiasi.
Saham-saham perbankan mayoritas bergerak melemah, BCA (BBCA) turun Rp 225 menjadi Rp 4.700, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 8.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.975, BNI (BBNI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.050.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 900 menjadi Rp 33.850, PTBA turun Rp 300 menjadi Rp 14.100, International Nickel (INCO) turun Rp 225 menjadi Rp 4.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 menjadi Rp 15.400, BUMI turun Rp 150 menjadi Rp 2.725.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 2.250, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 75 menjadi Rp 2.675, Indofood (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 3.150, Jembo Cable (JECC) naik Rp 100 menjadi Rp 950.
(qom/qom)











































