Bangun 60 Hotel, Intiland Investasi Rp 3 Triliun

Bangun 60 Hotel, Intiland Investasi Rp 3 Triliun

- detikFinance
Kamis, 08 Okt 2009 17:45 WIB
Bangun 60 Hotel, Intiland Investasi Rp 3 Triliun
Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan akan membangun 60 unit Whiz Hotel dalam 5 tahun ke depan. Dana yang disiapkan untuk keperluan ini mencapai Rp 3 triliun.

"Target kami dalam 5 tahun membangun 60 Whiz Hotel," ujar Direktur Utama PT Intiland Infinita, Moedjianto S Tjahyono di gedung Intiland, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (8/10/2009).

Intiland Infinita merupakan anak usaha Intiland Development yang khusus menangani merek hotel perseroan yaitu Whiz Hotel. Menurutnya, Whiz Hotel akan menjadi investasi jangka panjang perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan target sebanyak 60 hotel dalam 5 tahun, artinya setiap tahun, perseroan akan membangun 12 hotel. "Investasinya sekitar Rp 45-50 miliar per hotel," ujarnya.

Mengacu pada angka tersebut, investasi pembangunan 60 hotel dalam 5 tahun akan mencapai Rp 3 triliun. Sayangnya perseroan tidak menjelaskan sumber pendanaannya.

Untuk tahap awal, perseroan akan fokus membangun Whiz Hotel di luar Jakarta. Whiz Hotel Yogyakarta, saat ini sudah terbangun setinggi 3 lantai. Pembangunannya telah dimulai sejak Agustus lalu di area seluas 850 m2. Targetnya, tiap hotel akan dibangun seluas 1200 m2.

"Ya itu kan rencana kita, tapi di lapangan ternyata sulit mendapatkan tanah sebesar itu di Yogya. namun dengan pertimbangan lokasi yang berada di business area, jadi masih ditolerir," ujarnya.

Selain itu, Whiz Hotel lain yang siap berjalan adalah wilayah Semarang dan Surabaya. Kedua hotel ini siap memulai pembangunan konstruksi awal pada bulan November 2009.

"Whiz Hotel Semarang direncanakan menjadi 134 kamar dan Whiz Hotel Surabaya 150 kamar,"katanya.

Sedangkan untuk wilayah lain, khususnya di luar pulau Jawa masih dalam proses akuisisi pembelian lahan. "Proses akuisisi beli yang kami lakukan ada di Manado, Medan, Lampung dan Samarinda. Untuk wilayah Jakarta akan dikerjakan selanjutnya,"tambah Moedjianto.

Menurutnya, untuk pembelian lahan di luar pulau Jawa punya  karakter unik. Para pemilik lahan tidak ingin menjual tanah mereka. Justru yang mereka inginkan adalah kerjasama dalam bentuk investasi.

"Orang di daerah yang punya lahan luas, pada dasarnya sudah kaya. Jadi tidak butuh uang. Justru mereka ingin kerjasama. Mereka investasi dalam bentuk tanah, kita yang bangun," jelasnya.

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads