"Pada dasarnya, kita tidak mendorong kurs mengarah pada suatu angka," ujar Darmin di gedung BI, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Darmin juga mengatakan kalau BI memiliki angka rupiah yang sesuai dengan perhitungan fundamental. Namun Darmin menolak membeberkan level angka tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Darmin, volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terlalu tinggi akan membuat dunia usaha kesulitan. Oleh sebab itu, Darmin mengakui intervensi menahan laju penguatan rupiah perlu dilakukan BI.
"Saya nggak bilang nggak ada intervensi/ Tapi kita tidak melakukan hal-hal terlalu khusus untuk mendorong ke arah tertentu," ujarnya.
Kabarnya, BI belum terlalu besar masuk ke pasar. Rumor yang beredar, BI baru akan masuk ke pasar saat rupiah menembus 9.200 per dolar AS. Namun kemarin saat rupiah menguat cepat, BI kabarnya sudah masuk ke pasar sehingga rupiah tak jadi menguat ke 9.300-an per dolar AS. (dro/qom)











































