Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Tahun lalu PTPN belum dapat (izin privatiasi). Kita prioritaskan supaya sebagian sahamnya bisa dijual dan supaya bisa berkembang," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu kita bahas dengan DPR baru," ujarnya.
Ia mengatakan, seharusnya ketiga PTPN itu bisa melangsungkan privatisasinya berupa penawaran umum saham perdana atau initial public offering di tahun 2009 ini. Namun, hingga akhir 2008 lalu, ketiganya belum juga mendapat restu dari DPR.
(ang/dro)











































