Penutupan ini membuat karyawan untuk sementara tidak dapat bekerja dan direncanakan dialihkan ke kota lain. "Bangunan kami mengalami kerusakan struktur gedung jadi kami memutuskan tutup sementara," kata Direktur Matahari Danny Kojongian di salah satu pusat perbelanjaan di Senayan, Jakarta, Jumat(9/10/2009).
Menurut Danny bangunan yang ditempati perseroan sejak tahun 2000 ini sangat rawan untuk dimasuki. Namun sayang dia tidak menyebutkan jumlah kerugian akibat bencana tersebut. "Kami sedang menghitung estimasi kerugian, bangunan kan kita ikutkan asuransi," ujarnya.
Dengan tidak beroperasinya gerai Matahari di Padang, perseroan berencana memindahkan karyawan mereka ke kota lain di wilayah Sumatera. "Kami akan pindahkan karyawan ke Jambi dan Bengkulu. Di sana terdapat 2 gerai," tambahnya.
Ia menjelaskan, Padang masih jadi tujuan investasi.Walaupun terjadi gempa, perseroan tidak lantas menutup usaha mereka di tanah Minang. "Kami sedang evaluasi apakah akan pindah atau tetap dengan gedung yang lama. Tapi kami tetap running untuk recovery," tuturnya.
Menurutnya saat ini Matahari sedang fokus untuk membantu karyawan yang terkena bencana. Mereka sudah siap mengirimkan bantuan ke Padang.
Saat ini, Padang masih menjadi secondary option investasi. Tanah Minang kalah dibandingkan Medan, Palembang, Pekanbaru, dan Batam.
"Kami kan melihat tingkat populasi dan minat berbelanja di tiap kota. Sampai saat ini memang Padang masih kalah dengan kota lain," imbuh Danny.
(dnl/dnl)











































