Rupiah Mulai Hati-hati

Rupiah Mulai Hati-hati

- detikFinance
Senin, 12 Okt 2009 08:16 WIB
Rupiah Mulai Hati-hati
Jakarta - Mata uang Asia sepanjang pekan lalu bergerak menguat atas dolar AS. Demikian pula nilai tukar rupiah yang sempat melesat hingga 9.300-an per dolar AS, sebelum akhirnya balik ke level 9.400-an per dolar AS.

Bank Indonesia dikabarkan terus menjaga rupiah agar tidak bergerak menguat terlalu cepat. Namun Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution menegaskan, pihaknya tidak mengarahkan rupiah pada satu posisi tertentu, meski BI akan terus berada di pasar untuk menjaga volatilitas.

Tren penguatan rupiah diprediksi akan terus berlangsung pada pekan ini meski tidak sedahsyat pekan lalu. Investor mulai berhati-hati melihat gerak mata uang regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin (12/10/2009), rupiah dibuka stabil di level 9.455 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.450 per dolar AS.

Apalagi dolar AS kini sudah mulai bergerak menguat setelah Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke menyatakan kebijakan moneter ketat akan mulai diberlakukan jika kondisi perekonomian sudah pulih.

Komentar itu meski tidak baru, namun memicu penjualan besar-besaran surat utang, dengan imbal hasil surat utang pemerintah AS melonjak ke titik tertingginya dalam dua pekan terakhir pada Jumat lalu.

"Di pasar yang sangat sensitif atas komentar tentang kebijakan moneter ketat setelah kenaikan suku bunga Australia, maka komentar ini cukup untuk membuat surat utang bergerak melemah dan dolar AS menguat," ujar Matthew Strauss, analis valas senior dari RBC Capital seperti dikutip dari Reuters.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads