Dolar dan minyak mengalami kenaikan sementara treasuri dan emas mengalami penurunan. International Business Machines Corp. memimpin kenaikan pada Dow setelah Barclays Plc. meng-upgrade perusahaan hardware komputer dan mengatakan permintaan unutk server dan CPU akan meningkat. Google Inc. naik setelah Credit Suisse Group AG menaikkan estimasi harga dan mengatakan bisnis 'mesin pencari' akan mendapatkan keuntungan dari reboundnya periklanan. WellPoint Inc. dan Humana Inc. rally sedikitnya 3.6% setelah analis mengatakan saham-saham asuransi kesehatan murah.
Dolar mengalami penguatan terhadap yen akibat adanya spekulasi Bank of Japan akan menaikkan suku bunga seiring dengan membaiknya perekonomian.US$ menguat 1.7% menjadi 89.89 yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Australia dan Selandia Baru menguat setelah harga komoditas meningkat dan harga rumah di Selandia Baru meningkat dalam bulan kelima. Woodside Petroleum Ltd. (+1.7%) seiring International Energy Agency meningkatkan prediksi konsumsi minyak global pada bulan ketiga. New Zealand Oil and Gas Ltd. (+2.3%). Crown Ltd. (+7.9%).
Bursa Jepang ditutup hari ini karena hari libur dan akan dibuka kembali hari Selasa (13/10). Kospi Composite (-0.18%) 1,643.88. S&P/ASX 200 Index (+0.6%) 4,781.20. NZX 50 Index (+0.6%) 3,183.40. STI (+0.77%) 2,673.05.
Commodity: Crude Oil untuk pengiriman November Crude Oil (+1.1%) $72.56 per barel akibat spekulasi permintaan bahan bakar akan meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian. Penguatan minyak juga terjadi seiring dengan prediksi hasil survey yang dilakukan Investor Business Daily akan menunjukkan konsumen akan optimis untuk bulan ketiga berdasarkan survey bloomberg. Harga antara $60 dan $80 per barel sudah sesuai untuk eksportir dan importir. Gold (+0.12%) $1.051/oz, CPO (+2.7%) $665/MT, Nickel (-3.8%) $18.750/MT, Tin (-1%) $14.800/MT, Coal (-0.4%) $70.2/MT.
Economic & Industrial News
Singapore: TIngkatkan Prediksi Ekonomi 2009 Tengah Pemulihan
SIngapura meningkatkan prediksi ekonomi 2009 setellah GDP meningkat dalam dua kuartal berturut-turut, memperkuat pemulihan regional yang mendorong para pembuat kebijakan mempertimbangkan untuk penghentian paket stimulus.
Ekonomi akan turun 2% menjadi 2.5% tahun ini, kurang dari prediksi sebelumnya yaitu kontraksi 4% menjadi 6%, menurut menteri perdagangan.
Β
Corporate news
BNBR: 1H09,Catat Rugi Bersih Rp124,54 M
1H09, BNBR catat rugi bersih Rp124,54 miliar vs laba bersih Rp590,27 miliar (-121,1% yoy) karena penjualan sebagian saham anak usaha PT Seamless Pipe Indonesia Jaya (SPIJ) senilai Rp375,46 miliar. Sedangkan pendapatan jadi Rp3,46 triliun dari Rp3,93 triliun (-11,76% yoy) dan margin usaha turun jadi 11,54% dari 15,56%. Selanjutnya, kepemilikan perseroan di BUMI turun tipis jadi 16,46% vs per Maret 16,87%. Namun angka tersebut berbeda dari Lapkeu BUMI, dimana BNBR memiliki 8,28% saham BUMI. Hari ini, perseroan akan mempubilkasikan lapkeu 1H09.
BUMI: Ajak CIC Akuisisi Tambang US$500 Jt
BUMI berencana akuisisi pertambangan di Indonesia senilai US$400-US$500 juta pasca mengantongi utang CIC US$1,9 miliar dan menjadikannya mitra strategis investasi. Perseroan menargetkan akan menjadi perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia dengan menambah tambang seng, timah,tembaga,emas dan migas.
Β
CTTH: Laba Bersih FY09 Ditargetkan Melonjak 628,8% yoy
CTTH menargetkan laba bersih FY09 melonjak 628,8% yoy dari Rp3,5 miliar jadi Rp19,22 miliar dipicu perolehan kontrak senilai US$17,5 juta sebanyak 266.000 meter persegi dan 16.000 meter kubik. Selanjutnya, penjualan ke China FY09 diprediksi US$7,2 juta.
ASII: Bagi Dividen Interim Rp290
ASII membagikan dividen interim tahun buku 31 Okto09 sebesar Rp290/saham atau Rp1,17 triliun.
Cum date: 29 Okto09
Ex date: 30 Okto09
Recording date: 3 Nov09
Payment date: 16 Nov09
MPAA: Penjualan Diprediksi Tembus Rp12 T
Hingga akhir 3Q09, MPPA memprediksi penjualannya mencapai Rp12 triliun vs Rp9,09 triliun (+31,98% yoy). Kenaikan tersebut dipicu naiknya omzet penjualan selama Ramadhan dan Lebaran dari Departemen store tumbuh di atas 20% dengan existing growth 14%. Selanjutnya, perseroan tengah memproses perjanjian pengikatan jual beli dan pengalihan aset Rp425 miliar ke Pacific Utama.
Β
META: Berencana Reverse Stock
Selain rights issue, META juga berencana reverse stock. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB pada 22 Okto09.
BMTR: Nego Dengan Smart Akuisisi FREN
PT Sinar Mas Telecom (Smart) tengah negosiasi besaran saham dan nilai dengan BMTR terkait akuisisi saham FREN. Jika terealisasi, Smart berencana meminjam bank guna mendanai akuisisi tersebut.
WIKA: Kantongi Kontrak Baru Rp7,7 T
Hingga akhir 3Q09, WIKA mengantongi kontrak baru sebesar Rp7,7 triliun meliputi Rp4,2 triliun dari PT Wika Induk;PT Wika Beton Rp762 miliar; PT Wika Intrade Rp2,1 triliun; PT Wika Realty Rp257 miliar; PT Wika Gedung Rp212 miliar; dan PT Wika Insan Pertiwi Rp45 miliar.
ADRO: Raih Utang Bank US$525 Jt
ADRO meraih komitmen pinjaman bank US$525 juta dari OCBC Bank , lebih tinggi dari pinjaman 11 bank US$500 juta.
LPCK: Penjualan FY10 Ditargetkan Melonjak 100%
LPCK menargetkan penjualan FY10 melonjak 100% jadi Rp800 miliar dipicu rencana dibangunnya jalan tol yang memiliki akses langsung ke kawasan Lippo Cikarang pada Nov09.
Β
ELTY: Raih Utang BBNI Rp2,5 T
ELTY meraih komitmen utang BBNI sebesar Rp2,5 triliun guna pengembangan jalan tol. Kemungkinan perseroan akan menunda rencana obligasi. Selanjutnya, pinjaman dari Avenue Luxembourg US$45 miliar segera dicairkan guna membebaskan lahan ruas tol Ciawi-Sukabumi.
MAPI: Terbitkan Sukuk pada November 2009
MAPI berencana menerbitkan sukuk pada November 2009. Dalam penerbitan tersebut MAPI menunjuk Bank CIMB Niaga sebagai wali amanat dan Danareksa Sekeuritas, HSBC Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas dan Standart Chartered Sekuritas sebagai lembaga penjamin.
BKDP: Akan Buyback Saham Rp100 M
BKDP akan buyback saham sebanyak 833,33 juta saham senilai Rp100 miliar atau 15% dari modal disetor perseroan maksimal 18 bulan guna menaikkan EPS. PT Danareksa Securities ditunjuk sebagai brokernya.
MEDC : Medco Berencana Memproduksi 'Wood Pellet'
Medco Group akan melakukan ekspansi terhadap bisnis perhutanannya dengan memproduksi energi yang dapat diperbaharui dari butiran kayu (wood pellets) yang permintaan dari pasar internasional terlihat meningkat. Direktur umum produksi kehutanan dari DepHut, Hadi Daryanto mengatakan telah menyetujui anak usaha Medco, PT Medcopapua Industri Lestari (PT MIL) untuk memproduksi 200.000 ton wood pellet per hari dimulai tahun depan.
(etr/qom)











































