"Saat ini masih kami hitung mekanisme pelepasannya, tapi kemungkinan 10-30%," ungkap Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib saat dihubungi detikfinance, Senin (12/10/2009).
Saat ini, BTR sedang fokus menggarap konsesi 5 ruas tol terdiri atas ruas Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Ciawi-Sukabumi dan Pasuruan-Probolinggo. Total 5 ruas tersebut sekitar 300 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, perseroan merampungkan ruas Kanci-Pejagan. Tahun depan perseroan akan menggarap ruas lanjutannya yaitu, Pejagan-Pemalang.
Hiramsyah mengatakan, perseroan masih memiliki banyak opsi pendanaan untuk tahun 2010. Salah satunya adalah pelepasan 10-30% saham BTR kepada mitra strategis.
"Kami inginnya melepas kepada mitra strategis. Bentuknya nanti bisa dilakukan dengan menerbitkan saham baru atau mekanisme lainnya. Masih kami bahas," ujarnya.
Target dana yang akan diperoleh melalui aksi tersebut juga belum dapat dipastikan. "Jika melihat dari posisi aset BTR di akhir tahun 2009, maka nilai 10% saham BTR akan sekitar Rp 150-200 miliar. Tapi pelepasan ini bisa saja dilakukan akhir 2010, sehingga nilainya bisa lebih tinggi lagi seiring dengan beroperasinya ruas-ruas tol yang lain," jelas Hiramsyan.
Selain melepas 10-30% saham BTR, ELTY juga masih memiliki komitmen suntikan dana sebesar US$ 55 juta dari Avenue Luxembourg SARL. Perusahaan yang disebut terakhir ini merupakan pemegang saham ELTY sebesar 30,76%.
"Avenue kan sudah komitmen memberi suntikan sebesar US$ 100 juta atau Rp 1 triliun. Kemarin kita baru saja menerima US$ 45 juta. Ini menunjukkan kepercayaan pemegang saham kepada kami. Jadi masih ada opsi menarik sebesar US$ 55 juta. Bisa ditarik tahun depan, bisa kapan saja sesuai kebutuhan kita," jelas Hiramsyah.
Pada 7 Oktober 2009, Beleggingsmaatschappij Broem B.V. yang merupakan anak usaha Avenue telah sepakat mengucurkan pinjaman sebesar US$ 45 juta pada ELTY. Pinjaman ini akan disalurkan ke BTR yang kemudian akan disalurkan kembali ke anak usahanya PT Satria Cita Perkasa (SCP).
SCP kemudian akan menyalurkan lagi kepada PT Semesta Marga Raya (SMR) yang mengoperasikan ruas tol Kanci-Pejagan.
"Kita lihat dulu keadaan suku bunga bank tahun depan. Kalau masih tinggi, opsi yang paling ekonomis adalah menarik pinjaman dari Avenue. Kalau suku bunga rendah bisa dengan penerbitan obligasi," ujarnya.
ELTY berencana menerbitkan obligasi Rp 1 triliun untuk pendanaan pengembangan proyek-proyek tol perseroan tahun depan. BTR juga berencana menerbitkan obligasi hingga Rp 500 miliar.
(dro/qom)











































