XL Dapat Pinjaman Rp 1,6 Triliun

XL Dapat Pinjaman Rp 1,6 Triliun

- detikFinance
Senin, 12 Okt 2009 11:58 WIB
XL Dapat Pinjaman Rp 1,6 Triliun
Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mendapatkan pinjaman Rp 1,6 triliun dari hasil sindikasi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Fasilitas kredit ini akan dipergunakan untuk pembiayaan perusahaan secara umum (general purpose), termasuk belanja modal (capex ) 2009 dan refinancing pinjaman.

BNI kali ini bertindak sebagai coordinating arranger sindikasi dengan memberikan fasilitas kredit senilai Rp 1,5 triliun dan CIMB Niaga sebagai peserta indikasi memberikan fasilitas senilai Rp 100 miliar.

"Dengan realisasi kredit kepada XL senilai Rp 1,5 triliun ini, maka hingga saat ini, kredit korporasi yang telah disalurkan BNI di sektor telekomunikasi mencapai Rp 7,08
triliun dan ini merupakan komitmen kami untuk mendukung industri komunikasi," ujar Direktur Korporasi BNI, Krishna Suparto dalam acara penandatanganan kredit sindikasi BNI-CIMB Niaga kepada XL di Gedung BNI, Jakarta, Senin (12/10/200).

Selain itu, Krishna mengatakan pemberian fasilitas kredit ini juga merupakan bentuk peningkatan kerjasama bisnis selama ini, terutama kerjasama produk dan layanan antara BNI dan XL.

"Bahkan antara BNI dan XL juga memiliki kerjasama khusus dalam layanan pengiriman uang atau remitansi dari luar negeri dengan notifikasi short message service (SMS),” kata Krishna.

Sementara itu, Vice CEO CIMB Niaga, Catherine Hadiman menyatakan kerjasama ini menjadi momentum yang memiliki nilai tambah bagi perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia, seiring dengan era globalisasi, yang memerlukan dukungan teknologi informasi yang terintegrasi.

"Hal ini sejalan dengan strategi CIMB Niaga yang selalu mendukung perkembangan industri telekomunikasi termasuk pembiayaannya dan menerapkan teknologi sebagai komponen penting dalam meningkatkan pelayanan kepada para nasabah,” jelasnya.

Catherine menambahkan pada akhir tahun 2008, kredit korporasi mencapai Rp 21 triliun. Di 2009, lanjut Catherine kredit korporasi komposisinya mencapai 32 persen dari total seluruh kredit.

"Sampai dengan Juni 2009 saja sudah sebesar Rp 23 triliun, sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 25 triliun," tuturnya.

CIMB Niaga, lanjut Catherine, tahun ini dan tahun depan masih fokus berikan kredit korporasi di agriculture (pertanian) yaitu kelapa sawit, kemudian minning (pertambangan) yaitu batu bara. "Selain itu, telekomunikasi, kita juga support infrastruktur seperti power plan dan consumer goods ," tuturnya.

Untuk suku bunganya, Catherine mengatakan kredit korporasi CIMB Niaga sudah ada penurunan sekitar 5 persen di awal semester II-2009. "Rata-rata bunga kredit korporasi saat ini berada di kisaran  12 persen sampai 13 persen," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam waktu dekat CIMB Niaga bersama dengan beberapa bank akan melakukan sindikasi juga untuk pengolahan batu bara dan industri telekomunikasi. "Nilai kedua proyek tersebut Rp 2 triliun, masing-masing Rp 1 triliun," tandasnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads