"Kewajiban jangka pendek turun Rp 10,491 triliun (71%) dari Rp 14,689 triliun di Juni 2008 menjadi Rp 4,198 triliun di Juni 2009," ujar Chief Communications and Administration Officer BNBR, Siddharta Moersjid dalam siaran persnya, Senin (12/10/2009).
Penurunan beban utang perseroan merupakan konsekuensi dari proses restrukturisasi utang-utang jangka pendek yang kini diundur jatuh temponya menjadi tahun 2012. "Ini merupakan keberhasilan manajemen dalam melakukan debt restructuring yang diselesaikan dalam waktu singkat pada bulan April 2009 lalu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BNBR juga telah menyelesaikan pembayaran salah satu kewajiban terkait MSN (medium secure notes) yang jatuh tempo pada 25 September 2009 sebesar Rp 405 miliar secara tunai," ujarnya.
Meski perseroan membukukan kerugian Rp 124,543 miliar, namun dengan posisi utang yang mengalami penurunan ini, perseroan kini memiliki likuiditas lebih baik. Perseroan berencana merealisasikan rencana pembelian kembali (buyback) saham-saham anak usaha baik yang dipegang oleh kreditur maupun melalui mekanisme pasar.
"Kami merencanakan memperbesar porsi kepemilikan atas portofolio investasi yang ada sekarang, dan tidak menutup pula kemungkinan masuk ke investasi baru yang masih under valued atau juga mempunyai upside potensial yang menjanjikan," jelasnya.
(dro/qom)











































