Wall Street 'Dibakar' Saham Energi

Wall Street 'Dibakar' Saham Energi

- detikFinance
Selasa, 13 Okt 2009 07:39 WIB
Wall Street Dibakar Saham Energi
New York - Saham-saham energi melesat berkat lonjakan harga minyak mentah dunia. Bursa Wall Street pun kembali mencatatkan kenaikannya, dengan indeks S&P 500 mencatat posisi tertinggi sepanjang 2009.

Namun pasar kehilangan kekuatannya menjelang akhir perdagangan, dengan indeks Dow Jones dan Nasdaq hanya ditutup naik tipis seiring aksi profit taking.

Pada perdagangan Senin (12/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup naik tipis 20,86 poin (0,21%) ke level 9.885,80. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 4,70 poin (0,44%) ke level 1.076,19 dan Nasdaq naik 0,14 poin (0,01%) ke level 2.139,14.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda sedang melihat kehati-hatian memimpin disini, dengan orang mulai mengunci keuntungan dengan harapan kami tidak melihat pergerakan turun yang besar setelah perusahaan-perusahaan besar melaporkan keuangannya dalam beberapa hari ke depan," ujar Michael James, analis dari Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/10/2009).

Sejumlah perusahaan besar akan segera merilis laporan keuangannya seperti JPMorgan Chase & Co, Citigroup Inc, Goldman Sachs Group dan Bank of America.

Dengan upaya perusahaan melakukan efisiensi selama 2 kuartal terakhir, analis memperkirakan adanya pertumbuhan pendapatan.

Saham-saham energi bergerak menguat setelah harga minyak mentah dunia kembali melonjak. Saham Chevron naik 1,3%, Exxon naik 1,2%.

Perdagangan sangat tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 946,81 juta lembar saham, jauh di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 1,79 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

Harga Minyak Melonjak

Harga minyak mentah dunia tercatat kembali melonjak akibat melemahnya dolar AS dan meningkatnya optimisme membaiknya pemulihan ekonomi.

Kontrak utama minyak light sweet pengiriman November tercatat naik 1,50 dolar menjadi US$ 73,27 per barel. Minyak Brent juga naik 1,36 dolar menjadi US$ 71,36 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads