Harga minyak menguat ke level tertingginya dalam tujuh minggu dan logam turut menguat setelah pelemahan dolar. Black&Decker melonjak 7.6% setelah meningkatkan perkiraan laba kuartal tiganya, Ford Motor Co. naik 7% setelah produsen mobil mengatakan penjualan di Eropa naik 12% pada bulan September.
Regional Pagi: Bursa Asia menguat dengan spekulasi perbankan Jepang akan menghindari biaya pinjaman bermasalah dan naiknya harga komoditas mendorong penguatan produsen bahan baku. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (+2.4%) setelah Wall Street Journal mengatakan pemerintah berencana memperbolehkan bisnis kecil untuk suspensi pembayaran pinjaman kepada bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commodity: Transaksi Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) ramai seiring naiknya harga emas. Sept09, total volume transaksi kontrak berjangka komoditas di BBJ meningkat 32,4% menjadi 981 lot vs Agust09 741 lot dengan peyumbang terbesar yakni emas. Kontrak Gulir Emas dalam Dolar AS (KGEUSD) melonjak 256%, dari 50 lot menjadi 178 lot.
Kontrak Indeks Emas (KIE) naik 50% dari 333 lot menjadi 500 lot sedangkan Kontrak Berjangka Emas (EMAS) naik 16,5% dari 260 lot jadi 303 lot. Pukul 18.00 WIB kemarin, harga kontrak emas di Comex NYMEX AS untuk pengiriman Desember 2009 berada di US$ 1.057,9 per troy ounce, naik dari posisi sebelumnya di level US$ 1.052 per troy ounce. Posisi ini kembali memecahkan rekor harga emas sepanjang sejarah. Harga emas tertinggi sebelumnya tercatat di level US$ 1.055,80 per troy ounce, pada Jumat (9/10). Crude Oil (-0.48%) $72.9/bbl, Gold (-0.51%) $1.052/oz, CPO (+1.9%) $678/MT, Nickel (+0.4%) $18.825/MT, Tin (-0.8%) $14.675/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Setoran DHPB Dipangkas
Pemerintah berencana memotong setoran dana hasil penjualan batubara (DHPB) jenis batubara kalori rendah menjadi 7-10% dari sebelumnya sebesar 13,5%. Pengurangan DHPB itu merupakan insentif untuk pengusaha pemegang kontrak perjanjian karya pengusahaan batubara (PK2B).
Corporate news
AALI: Bagi Dividen Interim Rp220
AALI bagikan dividen interim Rp220/saham atau Rp346,66 miliar. Cum date: 30 okt09 Ex date: 2 Nov09 Recording date: 4 Nov09. Payment date:11 Nov09.
ASGR: Bagi Dividen Interim Rp6
ASGR bagikan dividen interim Rp6/saham atau Rp8,09 miliar. Cum date: 30 okt09. Ex date: 2 Nov09. Recording date: 4 Nov09. Payment date:11 Nov09.
BNBR:Utang 1H09 Menyusut 18%, Sisa Utang Ke PPC Rp3,93 T
1H09, utang BNBR menyusut 18% yoy dari Rp18,60 triliun jadi Rp15,23 triliun seiring diselesaikannya pembayaran medium structured notes (MSN) Rp405 miliar. Sedangkan utang jangka pendek turun 71% yoy dari Rp14,69 triliun jadi Rp4,19 triliun. Sementara, pada Sept09 perseroan telah membayar notes seri B dari tranche B Rp 279 miliar secara tunai ke Piper Price Company (PPC). Oleh karena itu, sisa utang ke PPC sebesar Rp 3,93 triliun berjatuh tempo 12 Januari 2012.
EXCL: Akan Tambah Utang Rupiah, Pangkas Utang Dolar AS
EXCL akan menambah utang dalam rupiah jadi Rp13,35 triliun dari Rp9,35 triliun untuk membayar utang dalam dolar AS. Perseroan juga akan memangkas utang dolar AS jadi US$450 juta dari US$845 juta guna mengurangi resiko kerugian selisih kurs. Target awal, di 1Q10 perseroan akan memangkas utangnya sebanyak US$150-US$200 juta. Kemarin, perseroan meraih utang sindikasi BBNI Rp1,5 triliun dan CIMB Rp100 miliar berbunga 11-12% per tahun berjatuh tempo 5 tahun. Sementara itu, perseroan mengindikasikan kinerja 3Q09 membaik dan membukukan laba kurs hingga ratusan miliar rupiah.
PTBA: Siap Tambah Dana Beli Newmont
PTBA akan mendukung penuh ANTM untuk menjadi pimpinan dalam pembelian 14% saham Newmont senilai US$ 493,6 juta. Perseroan juga siap menambah dana bila ANTM kekurangan finansial untuk mengeksekusi saham divestasi periode 2008 dan 2009.
SMRA: Dana Rights Issue Tersisa Rp 30,8 Miliar
Per akhir September 2009, dana rights issue SMRA tersisa Rp 30,8 miliar. SMRA mendepositokan dana tersebut di bank dengan jangka waktu 1 bulan dengan tingkat suku bunga bervariasi 1%-9% untuk rupiah dan 0,25%-2% untuk mata uang asing.
Β
KREN: Tangani Penerbitan Obligasi Rp 1,5 Triliun pada 1H10
Pada 1H10, KREN akan menangani penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi tersebut akan diterbitkan oleh tiga perusahaan dengan emisi masing-masing Rp 500 miliar, salah satunya PT BCA Finance.
(etr/qom)











































