Tunggaladhi Siapkan US$ 50 Juta Eksekusi MEB BLTA

Tunggaladhi Siapkan US$ 50 Juta Eksekusi MEB BLTA

- detikFinance
Selasa, 13 Okt 2009 14:14 WIB
Tunggaladhi Siapkan US$ 50 Juta Eksekusi MEB BLTA
Jakarta - PT Tunggaladhi Baskara, pemegang 54,58% saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menyiapkan dana minimal US$ 50 juta untuk ikutan mengeksekusi Mandatory Exchangable Bond (MEB).

"Saya kira Tunggaladhi juga akan mengeksekusi MEB BLTA untuk mempertahankan kepemilikan mayoritas di BLTA," ungkap Direktur Utama BLTA, Widihardja Tanudjaja usai jumpa pers di Four Seasons, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Menurutnya, Tunggaladhi mempersiapkan dana khusus untuk mengeksekusi MEB BLTA yang rencananya diterbitkan sebelum pertengahan Desember 2009 senilai US$ 368 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka pastinya belum tahu. Tapi bisa US$ 50 juta atau lebih," ujarnya.

Angka tersebut juga dibenarkan oleh Direktur Keuangan BLTA Kevin Wong. Menurutnya, dana yang disiapkan Tunggaladhi bisa sampai US$ 50 juta.

BLTA berencana menerbitkan MEB senilai US$ 368 juta. Seluruh penerbitan MEB ini tidak berupa uang melainkan seluruhnya berupa saham baru yang akan diterbitkan BLTA untuk keperluan ini.

"Hasil konversi saham dari penerbitan MEB ini kira-kira sekitar 42%," ujar Kevin.

Nilai tersebut diperoleh dari nilai ekuitas BLTA saat ini sebesar US$ 520 juta ditambah ekuitas baru senilai US$ 368 juta sehingga totalnya US$ 888 juta.

"MEB US$ 368 juta setara dengan 42% saham," jelas Kevin.

Tujuan penerbitan MEB ini terkait rencana akuisisi BLTA terhadap Camillo Eitzen & Co ASA (CECO), perusahaan pelayaran papan atas asal Norwegia. Pemegang saham utama CECO adalah Axel C. Eitzen yang menguasai 50% saham CECO.

Skema akuisisi tersebut, BLTA akan menawarkan 19% saham BLTA kepada Axel dan pemegang saham CECO lainnya, untuk kemudian ditukar guling dengan sedikitnya 95% saham CECO.

Jika saat ini CECO langsung berada di bawah Axel dan pemegang saham CECO lainnya, setelah akuisisi ini, Axel beserta pemegang saham CECO akan menguasai 19% saham BLTA, sedangkan CECO akan berada di bawah BLTA.

Nilai 19% saham BLTA terkait konversi untuk tukar guling saham CECO tersebut setara dengan US$ 168 juta. Sisa MEB senilai US$ 200 juta akan dikonversi menjadi 23% saham BLTA.

"MEB yang US$ 200 juta akan ditawarkan kepada investor yang berminat, siapa saja. Nanti akan ditangani oleh Platou Markets, lembaga keuangan dari Norwegia," ujar Kevin.

Dengan adanya penerbitan 42% saham baru, maka kepemilikan saham lama akan terdilusi. Kepemilikan Tunggaladhi yang saat ini memiliki 54,58% saham BLTA akan terdilusi menjadi 31,65% jika tidak mengeksekusi MEB.

Masalahnya, usai konversi kepemilikan Axel dan pemegang saham CECO lainnya akan menguasai 19% saham BLTA. Jika Axel dan pemegang saham CECO lainnya memutuskan ikut mengambil sisa MEB sebesar US$ 200 juta, maka berpotensi terjadi perubahan pengendali saham di BLTA.

Baik Widihardja maupun Kevin mengakui kemungkinan tersebut. Namun mereka mengatakan, Tunggaladhi sudah menyiapkan dana khusus untuk mengeksekusi MEB BLTA agar posisi pengendali tidak bergeser.

"Saya kira itu tidak akan terjadi. Biar bagaimanapun, sejak awal akuisisi dibahas, BLTA tidak pernah berencana mengubah kepemilikan saham pengendali dan beralih menjadi perusahaan asing," ujarnya.




(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads