Beroperasi Akhir 2004, Petea Diharap Tambah Produksi INCO
Kamis, 01 Apr 2004 14:57 WIB
Jakarta - PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) memastikan lapangan Petea, Sulawesi Tenggara dapat mulai berproduksi pada akhir 2004. Inco sendiri telah menginvestasikan dana sebesar US$ 11,8 juta untuk pengembangan lapangan tersebut. Lapangan tersebutdiharapkan dapat memberikan kontribusi atas target produksi Inco 2004 sebesar 160 juta ton dibandingkan tahun 2003 sebesar 154.8 juta ton. Demikian diungkapkan Presiden Direktur Inco Bing R. Tobingseusai RUPST di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (1/4/2004)."Kami sudah menghabiskan dana sebesar US$ 11,8 juta untuk pengembangannya. Kami cukup optimis itu dapat menghasilkan mineral yang memiliki kandungan baik," katanya.Petea sendiri, lanjut Tobing, mengandung lima juta ton cadangan mineral terbukti berkadar 1,81 persen nikel dan 24 juta ton cadangan mineral terduga berkadar 1,78 persen nikel. Sementara pada 31 Desember 2003 jumlah cadangan terbukti bijih Inco mencapai 62 juta ton dan 45 juta ton cadangan terduga. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2002 sebesar 51 juta cadangan terbukti dan 40 juta ton cadangan terduga.Permintaan Nikel 2004 NaikPada kesempatana yang sama Tobing juga menjelaskanpihaknya memperkirakan harga nikel pada 2004 akan naikseiring dengan tingginya permintaan nikel dari sejumlah negara, seperti Cina, Taiwan, Korea dan Jepang.Permintaan yang sama menurutnya juga terjadi pada 2003 yang tumbuh 7 persen sehingga mencapai 1,25 juta ton di tengah melemahnya perekonomian di Eropa dan AS. Saat itu, katanya, pertumbuhan industri di Asia cukup tinggi sehingga permintaan nikel, terutam dari sektir baja nirkarat meningkat hampir 8 persen.
(qom/)











































