"Sesuai dengan agreement tersebut, sejumlah 324.218.115 saham atau senilai dengan Rp 551,2 miliar telah kembali berada dalam penguasaan perseroan," ujar Direktur & Corporate Secretary BNBR R.A. Sri Dharmayanti dalam keterbukaan informasi Bursa efek Indonesia (BEI), Selasa (13/10/2009).
Kepemilikan kembali hak atas saham BNBR didasarkan pada kesepakatan perseroan dengan anak perusahaan Ancora Group pada tanggal 8 Oktober 2009. Mengacu pada jumlah saham yang dibeli kembali oleh BNBR beserta nilainya, harga eksekusi pembelian kembali saham BUMI tersebut dari Ancora sebesar Rp 1.700 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir November 2008, Ancora mengambil alih seluruh sisa utang BNBR ke JP Morgan lantaran BNBR tidak mampu melunasi utang tersebut. Sebelum diambil alih, BNBR sempat menambah jaminan saham BUMI ke JP Morgan, sehingga aset saham BUMI yang kini dipegang Ancora sebanyak 814.147.712 (4,19%) saham BUMI.
Pada 8 Oktober 2009, Ancora telah memindahtangankan 814.147.500 (4,19%) saham BUMI melalui perantara PT CLSA Indonesia (KZ). Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 1.700 per saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,384 triliun.
Rupanya, transaksi crossing tersebut merupakan bagian dari agenda pembelian kembali saham BUMI yang dipegang Ancora kepada BNBR.
Sayangnya, perseroan tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa pembelian kembali saham BUMI hanya dilakukan sebesar 1,67%. Padahal, saham BUMI yang dipegang Ancora sebesar 4,19%.
(dro/dro)











































