Wall Street Gugup Gara-gara J&J

Wall Street Gugup Gara-gara J&J

- detikFinance
Rabu, 14 Okt 2009 07:49 WIB
Wall Street Gugup Gara-gara J&J
New York - Ekspektasi besar para investor atas kinerja perusahaan terpatahkan oleh laporan keuangan yang mengecewakan dari Johnson & Johnson. Bursa Wall Street pun langsung lemah lesu.

Dengan efisiensi melalui berbagai pemangkasan biaya dan PHK, investor berharap perusahaan-perusahaan bisa memetik hasilnya pada kuartal ini. Optimisme itulah yang sempat membawa indeks Dow Jones ke titik tertingginya sepanjang 2009.

Namun laporan keuangan J&J langsung menggerus sentimen tersebut. J&J melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi sehingga harga sahamnya langsung turun 2,4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indikator utamanya adalah pertumbuhan pendapatan dan sekarang belum ada satupun," ujar Ronald Knipping, maajer perusahaan penasihat keuangan Rehmann, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2009).

Pada perdagangan Selasa (13/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 14,74 poin (0,15%) ke level 9.871,06. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 3 poin (0,28%) ke level 1.073,19 dan Nasdaq naik tipis 0,75 poin (0,04%) ke level 2.139,89.

Saham-saham finansial mengalami tekanan, menjelang keluarnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan finansial besar. Saham Goldman Sachs turun 1,5% setelah analis bank, Meredith Whitney men-downgrade saham tersebut, dan menyatakan kenaikannya terbatas selama jangka menengah.

Volume perdagangan masih moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,14 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,07 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.

Harga Minyak di Level US$ 74


Sementara harga minyak mentah dunia tercatat kembali naik seiring membaiknya prospek permintaan di tengah pemulihan ekonomi dunia. Sentimen ditambah oleh musim dingin yang memasuki AS lebih cepat dari perkiraan.

Kontrak utama minyak light pengiriman November naik 88 sen menjadi US$ 74,15 per barel. Minyak Brent pengiriman November juga naik 1,04 dolar menjadi US$ 72,40 per barel.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads