Indeks S&P 500 (-0.3%) 1,073.19 dan Dow Jones (-0.2%) 9,871.06, Nasdaq (+0.1%) 2,139.89 setelah Cisco System Inc. membeli Starent Networks Corp.
Regional Pagi: Bursa Asia mixed pagi ini, dengan saham teknologi mulai menguat didukung pendapatan Intel dan saham energi menguat dengan tingginya harga komoditas. Namun bursa Jepang berfluktuasi setelah Dow Jones Industrial Averaged ditutul melemah, dengan eksportir seperti Honda Motor Co. dan saham finansial yang dipimpin oleh Mizuho Financial Group mengarahkan pergerakan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commodity: Crude Oil (+0.74%) $74.7/bbl, Gold (-0.12) $1.063/oz, CPO (+1.9%) $678/MT, Nickel untuk pengiriman segera tahun depan akan menyentuh rata-rata $20.700/MT tahun depan dibandingkan dengan estimasi semula sebesar $15.028/ton. Permintaan global akan meningkat 9% setahun hingga 2012 dipimpin oleh Cina, berdasarkan analis dari David Wilson,London. Nickel (-3.6%) $18.155/MT, Tin (-1.9%) $14.400/MT.
Economic & Industrial News
Industry: 2010, Tiga Sektor Manufaktur Tumbuh Negatif
Depperin memproyeksikan, tiga sektor manufaktur masih bertumbuh negatif pada tahun depan akibat dampak negatif krisis global. Tiga sektor manufaktur adalah tekstil barang kulit dan alas kaki, kertas dan barang cetakan, serta logam dasar besi dan baja. Sedangkan industri makanan dan minuman tembakau serta alat angkut, mesin, peralatan memberikan kontribusi terbesar sektor manufaktur. Total tahun depan industri manufaktur nasional diperkirakan tumbuh 3,9% atau naik dari prediksi tahun ini 2,5%.
Β
Banking: NPL Perbankan Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir
Per Agustus 2009, angka nominal NPL mencapai Rp 54,33 triliun, naik 29,7% dari posisi akhir tahun lalu. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Membengkaknya NPL disebabkan oleh krisis keuangan global yang mencapai puncaknya di akhir kuartal III tahun lalu.
Β
Banking: Kredit 4 Bank Minus
Pertumbuhan kredit empat bank yakni BBCA, BDMN, BNGA, dan BNIII hingga Agustus 2009 masih negatif jika dibandingkan dengan akhir 2008 sehingga mendorong pemangkasan target pembiayaan. Berdasarkan statistik BI Agustus 2009, BDMN mengalami penurunan kredit terbesar yakni Rp5,59 triliun. Kredit BNII minus Rp2,3 triliun. BNGA merosot Rp1,89 triliun, dan BBCA turun Rp1,66 triliun.
Β
Corporate news
BNBR: Jajaki Jual 2 Anak Usaha, Buyback BUMI Dari Ancora
Saat ini BNBR tengah menjajaki penjualan dua anak usahanya yakni PT Bakrie Pipe Industries (BPI) dan PT South East Asia Pipe Industries (SEAPI). Tenaris SA, perusahaan manufaktur pipa baja terbesar di dunia salah satu calon pembelinya. Selain itu, perseroan telah buyback 324,21 juta saham BUMI senilai Rp551,2 miliar atau Rp1.700/saham dari Grup Ancora.
Β
BNBR: Utang Repo Lagi Rp582 M
BNBR utang repo lagi sebesar Rp582 miliar dari Harus Capital US$46 juta, Recapital Securities Rp35 miliar, Nusa Bintang Lestari Rp55 miliar, dan Danatama Makmur Rp55 miliar. BNBR menggadaikan 249,6 juta saham BUMI, 96 juta saham ELTY, dan 391 juta saham BTEL.
MEDC: Negosiasi Pasok Gas Dengan PGAS
MEDC tengah bernegosiasi dengan PGAS terkait pasokan gas alam sebanyak 50 juta mmscfd senilai $4 per mbtu selama 3 tahun. Perseroan akan menyelesaikan transaksi secepat mungkin dan akan memasok gas tersebut dari lapangan di Sumatera Selatan. Gas tersebut akan digunakan untuk operasi hulu Chevron di Sumatera Tengah.
PTBA: Tandatangani Kontrak Pengangkutan Batubara Dengan KAI
PTBA telah menandatangani kontrak pengangkutan batubara dengan PT Kereta Api selama 20 tahun dari tambang Tanjung Enim, Sumsel ke pelabuhan. Kontrak mulai berlaku tahun depan dan mengangkut 11,5 juta ton batu bara dan akan naik jadi 22.7 juta ton pada 2014. Perseroan menargetkan pengangkutan 11,6 juta ton dengan kereta api di FY09 vs 10,3 juta ton di FY08.
INTP: Akan Bangun Pabrik di Jateng Rp5 T
INTP akan membangun pabrik di Jawa Tengah berkapasitas 2,5 juta ton dengan durasi eksploitasi 50 tahun senilai Rp4,5-Rp5 triliun. Perseroan masih mengkaji dua lokasinya yakni di perbatasan Rembang-Blora dan Grobogan-Pati serta belum memastikan waktu realisasinya.
BLTA: Terbitkan Obligasi Wajib Tukar, Akan Konversi 42% Saham
BLTA akan mengonversi 42% sahamnya seharga Rp845/saham terkait diterbitkannya obligasi wajib tukar (mandatory exchangable bond/MEB) senilai US$368 juta guna mengakuisisi seluruh saham Camillo Eitzen. PT Tunggaladhi Baskara siapkan eksekusi MEB minimal US$50 juta. Selain itu, perseroan berencana restrukturisasi seluruh utangnya US$1,47 miliar dengan memperpanjang jatuh tempo selama 5 tahun ke depan.
INDY: Menangi Akuisisi Berau, Berpotensi Chain Listing
Negosiasi antara INDY-Berau Coal disinyalir buntu karena :
Berau Coal harus melunasi obligasi US$294 juta jika ada perubahan pengendali
Keinginan Berau untuk go publik awal 2010 sedangkan INDY tak menginginkannya
Jika Berau tak go publik terkena pajak yang cukup mahal, 30% dari capital gain
INDY berpotensi terkena chain listing jika Berau go publik
Kini, Recapital Advisors mengintensifkan pembicaraan akuisisi dengan Berau dan disinyalir menawar US$1,15 miliar dengan kombinasi tunai dan pertukaran saham (shares swap) yakni saham BUMI. Namun, Berau belum bersedia mengomentari kabar tersebut.
BSDE: Bangun Apartement Menengah ke Bawah
PT Bumi Serpong Damai Tbk berencana membangun proyek apartement untuk masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah di kawasan Serpong Tangerang. Total kapasitas hunian mencapai 800 unit, dengan kisaran harga Rp100 juta-Rp150 juta per unit.
Β
BYAN: Targetkan Produksi 13,5 Juta Ton Batubara Tahun Depan
Tahun depan, BYAN berencana meningkatkan produksi batu bara menjadi 13,5 juta ton, naik 42,11% dari target 2009 yang sebanyak 9,5 juta ton. Untuk memenuhi target tersebut, BYAN akan membuka tambang baru.
EXCL : Axiata-Etisalat Siap Serap Rights Issue
Axiata Group Berhad dan Etisalat International Indonesia Ltd siap menyerap rights issue EXCL sebanyak 99,8% saham senilai US$300 juta dengan target realisasi Des09. Namun, rencana itu masih menunggu RUPS pada 16 Nov09. Selain itu, perseroan akan merambah bisnis layanan pembayaran transfer uang melalui jaringan telekomunikasinya dan menunda penjualan menara 7.000 unit.
IPO: Harga IPO BW Plantation Disinyalir Rp550
Harga IPO BW Plantation disinyalir sebesar Rp550/saham atau Rp660 miliar dari total oversubcribed hingga 3,5 kali.
SMGR: Indikasikan Laba Bersih Hingga 3Q09 Rp2,14 T
SMGR mengindikasikan laba bersih hingga 3Q09 naik minimal 20% yoy jadi Rp2,14 triliun vs Rp1,79 triliun walaupun pendapatan 9M09 tidak begitu tinggi dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, utilitas Semen Padang diprediksi sudah mencapai 75% dan ditargetkan pekan ini 100%.
Rumor:
Harga saham ASIA berpotensi ke Rp200/saham seiring rencana perseroan mengakuisisi perusahaan tambang di sejumlah daerah serta melonjkanya kinerja 3Q09 dan naiknya ekspor ke mancanegara.
Harga saham SULI berpotensi ke Rp700/saham seiring rencana divestasi saham anak usaha ke Grup Sinarmas. Selain itu bertambahnya kepemilikan saham perseroann oleh Saratoga Capital dan tuntasnya restrukturisasi utang jadi sentimen positif.
Kabarnya, TLKM dan BTEL tengah menjajaki merger unit usaha Flexi dan Esia guna mengurangi beban biaya operasional Flexi dan Esia. Pasalnya, setiap operator telepon CDMA bisa efisien beroperasi jika memiliki pelanggan 25 juta. Kabarnya, BTEL ingin menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan merger tersebut yakni 51% saham.
(etr/qom)











































