Pada perdagangan Kamis (15/10/2009), rupiah dibuka menguat ke 9.297 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.375 per dolar AS.
Standard Chartered dalam laporan khususnya tentang Indonesia memperkirakan, nilai tukar rupiah akan menguat lebih lanjut hingga ke level 9.200 per dolar AS di akhir tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dolar AS di pasar global terus mencatat pelemahan, terutama atas euro. Dolar AS tercatat berada di posisi terendahnya sejak 14 bulan terakhir atas eyri.
Euro menguat ke 1,4922 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4852 dolar. Dolar AS juga melemah atas yen ke posisi 89,40 yen, dibandingkan sebelumnya di level 89,67 yen.
Andy Douglas, analis dari PNC Bank mengatakan, laporan keuangan Intel dan JPMorgan yang melebihi ekspektasi berhasil mengangkat harga saham-saham dan sentimen risiko sehingga membuat dolar AS tertekan.
"Aksi jual dolar AS yang meluas ini terutama merupakan hasil dari laporan keuangan yang baik pada kuartal III," jelasnya seperti dikutip dari AFP.
"Pasar saham global menguat berkat laporan keuangan yang positif. Penguatan saham ini sama dengan yang terjadi pada kuartal II, dan melemahkan dolar AS. Seiring penguatan saham-saham risk aversion menurun dan dolar AS dilepas," tambahnya.
(qom/qom)











































