Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno di sela Seminar BUMN Outlook di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
"Capex tahun depan bisa lebih kecil atau sama dengan tahun ini, sekitar US$ 2 miliar lah," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji waktu penerbitan surat utang tersebut. Namun yang pasti, obligasi dalam mata uang rupiah itu akan diterbitkan di tahun 2010.
Menurutnya, jumlah capex sebesar itu akan digunakan mayoritas oleh anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebanyak 65 persen. Telkom sendiri hanya akan memakai alokasi sebanyak 35 persen, sedangkan sisanya 5 persen digunakan anak usaha lainnya.
Mengenai pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun 2009, ia mengatakan pertumbuhan emiten berkode TLKM itu hanya tumbuh 5 persen dibandingkan tahun lalu.
"Tahun lalu kan kita rugi kurs cukup signifikan. Tahun ini kan untung kurs jadi bisa sedikit memperbaiki revenue kita," tambahnya.
Sementara itu, pertumbuhan Telkomsel diperkirakan lebih besar, yaitu sekitar 6-8 persen. Kenaikannya disumbang oleh kenaikan jumlah pelanggan yang diperkirakan masih akan bertambah sebanyak 3 juta hingga akhir tahun. Sampai September 2009, julah pelanggan Telkomsel telah mencapai 84 juta orang.
(ang/dnl)










































