Menurut Direktur Keuangan PTPN VII Boyke Budiono, penerbitan obligasi tersebut merupakan pengganti penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) yang belum bisa dilakukan tahun ini.
"Rencananya di atas Rp 500 miliar tapi di bawah Rp 1 triliun. itu untuk tahun 2010, tapi itu pun harus ada persetujuan dari RKAP," ujarnya di sela Seminar BUMN Outlook di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, BUMN perkebunan itu mengalokasikan dana sekitar Rp 4 triliun untuk capex sepanjang 5 tahun ke depan. Tentunya, pemenuhan capex itu tidak seluruhnya dari obligasi, maka rencana IPO tetap harus berjalan.
"Kalau tahun ini tentu tidak bisa (IPO). Kan sudah Oktober, mau pakai laporan keuangan yang mana," ungkapnya.
Menurutnya, rencana IPO itu diserahkan sepenuhnya kepada pemegang saham, yaitu pemerintah. Selain itu, perseroan juga masih harus menunggu restu dari DPR.
(ang/dro)











































