Menurut kabar yang beredar, pemilik mayoritas perusahaan patungan itu, PT Transpacific Railway Infrastructure (kepemilikan 80%) berniat keluar dari proyek pembangunan rel kereta itu.
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, PTBA harus segera mencari partner asing untuk digandeng jika pada akhirnya Transpacific Railway sudah keluar secara resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada emiten berkode PTBA itu, baik akan mempertahankan partner lama maupun mencari partner baru dalam proyek di Sumatera Selatan.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering.
Tahap awal yang akan dijalani perusahaan plat merah itu adalah melakukan ground breaking proyek rel kereta api sepanjang 307 kilometer itu di bulan November mendatang.
Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank.
Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
(ang/dro)











































