Menurut Direktur Utama PTPN III Amri Siregar, pihaknya akan berkordinasi dengan Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meminta izin privatisasi dari DPR yang baru saja dibentuk.
"Tahun depan kita akan bahas lagi dengan DPR. Kalau masih belum (dapat izin), kita kaji untuk menerbitkan obligasi," katanya di kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil IPO maupun obligasi itu akan digunakan BUMN perkebunan itu untuk memperluas area kebun, replanting tanaman serta memperkuat jaringan penjualan.
Ia menambahkan, obligasi itu sendiri akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan investasi perseroan.
"Jadi nanti kalau butuh kita keluarkan Rp 200-300 miliar dulu. Nanti bisa terbitkan lagi. Bagusnya obligasi kan tidak perlu sekaligus," imbuhnya.
Hingga akhir tahun lalu, PTPN III telah membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,2 triliun. Akhir tahun ini, target laba usaha perseroan sedikit menurun, hanya Rp 800 miliar.
Penurunan itu terjadi karena harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) yang jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Ia mengatakan, rata-rata harga CPO tahun ini sekitar Rp 5700, padahal tahun lalu sempat mencapai Rp Rp 9000.
"Semoga tidak ada gejolak harga lagi sampai akhir tahun supaya target bisa tercapai," jelasnya.
(ang/dro)











































