Pada perdagangan Senin (19/10/2009), rupiah dibuka melemah ke level 9.490 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.400 per dolar AS.
Profit taking atas mata uang regional ini terjadi setelah pada pekan lalu mata uang Asia dan euro menguat tajam atas dolar AS. Namun pada akhir pekan lalu, mata uang regional akhirnya bergerak mixed, karena penguatannya dinilai sudah terlalu tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aksi jual yen diprediksi lebih kuat ketimbang aksi jual dolar pada pekan ini. Namun tren pelemahan dolar AS masih akan ada karena kebijakan suku bunga rendahnya. Saya tidak bisa mengharapkan dolar bergerak menguat lebih tinggi lagi," ujar Tohru Sasaki, analis dari JPMorgan Chase seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)
