"Faktor kabinet jelas menjadi penyebab utama sepinya transaksi pagi ini. Pasar sepertinya sedang menunggu kepastian kabinet SBY," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Senin (19/10/2009).
Menurut Alfatih, bursa-bursa regional Asia yang dibuka dengan tren penurunan memberikan pengaruh pada level IHSG. Namun menurutnya tidak terlalu besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 10.05 waktu JATS, IHSG berada di level 2.502,660, turun 13,164 poin (0,45%). Volume transaksi pun baru sebanyak 411,76 juta saham senilai Rp 542,335 miliar.
Biasanya, dalam setengah jam perdagangan, nilai transaksi sudah mencapai Rp 1 triliun. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang biasanya ditransaksikan secara masif pada awal perdagangan, pagi ini nilai transaksinya baru sebesar Rp 85,862 miliar.
Nilai pembelian investor asing baru tercatat sebesar Rp 111,191 miliar, sedangkan penjualan asing Rp 112,846 miliar, sehingga nilai penjualan bersih (net selling) asing hanya sebesar Rp 1,655 miliar.
Mengenai penempatan posisi menteri dalam kabinet sektor ekonomi, Alfatih melihat ada upaya SBY untuk fokus kepada sektor infrastruktur dan energi.
"Seperti penempatan Hatta Radjasa sebagai Menko Perekonomian, saya lihat Hatta bukan orang ekonomi, tapi dia orang kepercayaan SBY dan besar di sektor perminyakan. Kelihatannya tujuan SBY menempatkan Hatta di posisi itu untuk fokus pada sektor infrastruktur dan energi," jelas Alfatih.
Alfatih mengatakan, pengembangan dua faktor tersebut memang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. "Pengembangan sektor infrastruktur merupakan salah satu syarat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Sementara sektor energi juga menjadi sektor yang dinanti pelaku pasar untuk dikembangkan. "Harga komoditas saat ini sedang kurang baik, selain itu ada masalah-masalah energi di dalam negeri. Dengan fokus pada dua sektor itu, kelihatannya pasar akan bereaksi positif nantinya," jelas Alfatih.
Menurut Alfatih, setelah adanya kepastian kabinet, IHSG bisa memasuki tren baru ke arah level 2.600an. Selama beberapa waktu belakangan, pola gerak IHSG cenderung membentuk pola sideways.
"Beberapa waktu belakangan, IHSG bergerak sideways di kisaran 2.485-2.540. Setelah ada kepastian kabinet, IHSG bisa kembali aktif. Jika batas level 2.540 tembus, maka level IHSG selanjutnya ada di kisaran 2.600-2.650 dengan resistance di 2.540," ujarnya.
(dro/qom)











































