Pada perdagangan Senin (19/10/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah 15.865 poin (0,63%) ke level 2.499,941. Indeks LQ 45 juga melemah 3,448 poin (0,70%) ke level 491,964. Sementara rupiah tenang di level 9.429 per dolar AS.
Perdagangan berjalan sangat lambat, dengan frekuensi transaksi hanya 27.839 kali pada volume 872,5 juta lembar senilai Rp 917 miliar. Sebanyak 47 saham naik, 98 saham turun dan 69 saham stagnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktor kabinet jelas menjadi penyebab utama sepinya transaksi pagi ini. Pasar sepertinya sedang menunggu kepastian kabinet SBY," ujarnya.
Apalagi bursa-bursa regional juga mayoritas bergerak melemah pada sesi I:
- Indeks Hang Seng ditutup menguat 85,70 poin (0,39%) ke level 22.015,60.
- Indeks Komposit Shanghai turun tipis 2,86 poin (0,96%) ke level 2.973,78.
- Indeks Nikkei-225 melemah 114,73 poin (1,12%) ke level 10.142,83.
- Indeks Straits Times melemah 5,79 poin ke level 2.702,33.
Saham-saham yang melemah harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 32.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 16.450, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.850, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 100 menjadi Rp 24.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.000, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.800.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) naik Rp 110 menjadi Rp 1.920, PTBA naik Rp 50 menjadi Rp 14.750, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 4.725.
(qom/dro)











































