Leyand Batal Akuisisi Nusantara Infrastructure

Leyand Batal Akuisisi Nusantara Infrastructure

- detikFinance
Senin, 19 Okt 2009 12:49 WIB
Leyand Batal Akuisisi Nusantara Infrastructure
Jakarta - Rencana PT Leyand International Tbk (LAPD) mengambil alih saham PT Nusantara Infrastruture Tbk (META) batal lantaran tidak mendapat persetujuan pemegang saham.

"Tidak disetujui, saya tidak tahu alasannya apa. Agenda batal semua," ujar Corporate Secretary LAPD, Indra Wilbarsyah usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) LAPD yang baru saja selesai digelar di Gedung Panin, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (19/10//2009).

Sementara menurut Direktur Keuangan LAPD Enrico Mosquer Djakman, pembatalan oleh pemegang saham, secara langsung juga meniadakan pinjaman dari Shandong Machinery Corporation Pte Ltd, selaku pihak ketiga non-bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum RUPSLB diselenggarakan, perseroan telah menyiapkan utang subordinasi sebesar Rp 575 miliar (ekuivalen US$ ) dengan jangka waktu 5 tahun dan bunga LIBOR 3 bulanan plus 3%, serta grace period 1 tahun.

Sayangnya, direksi tidak menerangkan tindak lanjut atas penolakan akuisisi saham META. "Kita akan diskusi lagi untuk langkah selanjutnya," kata Enrico.

LAPD merupakan pemegang saham minoritas dalam struktur pemegangs aham META. LAPD sekaligus menjadi pembeli siaga dalam penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 11,040 miliar saham.

Harga rights issue META ditetapkan sebesar Rp 44 per saham. Total nilai rights issue META sebesar Rp 485,76 miliar. Dananya akan digunakan untuk membiayai proyek tol terkini META.

PT Bosowa Trading Internasional yang saat ini menguasai 56,46% saham META, hanya akan mengeksekusi 9,31% saja dari saham baru META. Sisanya sebesar 83,69% akan dieksekusi oleh LAPD.

LAPD semula akan mengambil alih sebanyak-banyaknya 83,69% dari saham baru yang akan diterbitkan META. LAPD menyiapkan dana sebesar Rp 406,537 miliar untuk keperluan ini.

Jika LAPD hanya mengambil alih 83,69% saham baru META, maka Bosowa akan tetap menjadi pengendali saham META. Namun LAPD sebagai pemegang saham minoritas META juga akan menggunakan HMETD sebesar 7%. Dana yang disiapkan LAPD untuk mengeksekusi HMETD 7% sebesar Rp 34,003 miliar.

Selain itu, LAPD juga akan melakukan pembelian 709.000.000 (7%) saham META dari pasar sekunder. Dana yang disiapkan untuk keperluan ini sebesar Rp 125 miliar.

Dengan 3 rencana transaksi tersebut, LAPD bakal memiliki 50,65% saham META yang berarti secara otomatis mendepak Bosowa dari posisi sebagai pengendali saham META. Total dana yang akan dikeluarkan LAPD untuk menggeser Bosowa sebesar Rp 565,541 miliar.

Namun rupanya, pemegang saham LAPD tidak menyetujui rencana pengambilalihan META tersebut. Konsekuensinya, otomatis LAPD batal menjadi pengendali META.

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads