Asing Lepas Saham BUMN Rp 287,787 Miliar

Asing Lepas Saham BUMN Rp 287,787 Miliar

- detikFinance
Senin, 19 Okt 2009 17:32 WIB
Asing Lepas Saham BUMN Rp 287,787 Miliar
Jakarta - Investor asing tampak melakukan aksi penjualan pada saham-saham BUMN secara masif, khususnya pada saham-saham bank BUMN. Total nilai penjualan asing pada 14 saham BUMN hari ini mencapai Rp 287,787 miliar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance , Senin (19/10/2009), total nilai pembelian asing di pasar reguler hari ini sebesar Rp 471,489 miliar, sedangkan nilai penjualan asing di pasar reguler mencapai Rp 618,397 miliar.

Nilai transaksi jual bersih asing (net selling ) hari ini mencapai Rp 146,908 miliar.

Dari nilai pembelian asing di atas, sebesar Rp 224,484 miliar merupakan transaksi pembelian asing pada 14 saham BUMN, sedangkan sebesar Rp 287,787 miliar merupakan nilai transaksi jual asing pada 14 saham BUMN. Net selling asing pada 14 saham BUMN tersebut sebesar Rp 65,303 miliar.

Fokus penjualan asing pada perdagangan hari ini adalah pada saham-saham bank BUMN. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dilepas asing senilai Rp 5,092 miliar, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 69,035 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 86,630 miliar atau total penjualan ketiganya mencapai Rp 160,757 miliar.

Total nilai pembelian asing pada 3 saham bank BUMN tersebut hanya sebesar Rp 44,751 miliar, sehingga net selling asing pada 3 saham bank BUMN ini mencapai Rp 116,006 miliar.

Selain itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga mendapat tekanan jual yang cukup besar dari asing sebesar Rp 73,735 miliar, sedangkan nilai pembelian asing di saham TLKM sebesar Rp 64,978 miliar. Nilai net selling asing di saham TLKM hari ini sebesar Rp 8,801 miliar.

Fokus pembelian asing hari ini ternyata pada saham-saham BUMN sektor energi dan infrastruktur. Asing melakukan pembelian pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp 73,671 miliar dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) senilai Rp 15,683 miliar. Nilai transaksi beli (net buying ) asing pada dua saham ini mencapai Rp 48,385 miliar.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) juga menjadi incaran investor asing, meski dalam nilai yang tidak terlalu besar. Net buying asing di saham ANTM sebesar Rp 2,636 miliar, PTBA Rp 6,784 miliar dan SMGR Rp 4,013 miliar.

Saham PT Timah Tbk (TINS) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat net selling asing tipis masing-masing sebesar Rp 165 juta dan 220 juta saja. Dari seluruh BUMN yang tercatat di BEI sebanyak 14 BUMN, saham PT Indofarma Tbk (INAF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tidak ditransaksikan oleh investor asing hari ini.

Aksi jual asing pada sejumlah saham bank BUMN disertai dengan perburuan pada saham-saham BUMN infrastruktur dan energi sesuai dengan apa yang dikatakan analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih.

Ia mengatakan, penempatan Hatta Radjasa sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet baru bisa merangsang dua sektor tersebut.

"Seperti penempatan Hatta Radjasa sebagai Menko Perekonomian, saya lihat Hatta bukan orang ekonomi, tapi dia orang kepercayaan SBY dan besar di sektor perminyakan. Kelihatannya tujuan SBY menempatkan Hatta di posisi itu untuk fokus pada sektor infrastruktur dan energi," jelas Alfatih.

Alfatih mengatakan, pengembangan dua faktor tersebut memang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. "Pengembangan sektor infrastruktur merupakan salah satu syarat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Sementara sektor energi juga menjadi sektor yang dinanti pelaku pasar untuk dikembangkan. "Harga komoditas saat ini sedang kurang baik, selain itu ada masalah-masalah energi di dalam negeri. Dengan fokus pada dua sektor itu, kelihatannya pasar akan bereaksi positif nantinya," jelas Alfatih. (dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads