Dolar AS Kembali Tertekan

Dolar AS Kembali Tertekan

- detikFinance
Selasa, 20 Okt 2009 08:44 WIB
Dolar AS Kembali Tertekan
Jakarta - Dolar AS di pasar global kembali mengalami tekanan. Investor kembali menaikkan eksposure yang lebih berisiko karena tidak ada sedikitpun petunjuk soal arah suku bunga AS dalam pidato yang disampaikan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke.

Pada perdagangan Senin (19/10/2009) di New York, euro menguat ke 1,4958 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4903 dolar. Terhadap yen, dolar AS juga melemah ke 90,53 yen, dibandingkan sebelumnya di 91,09 yen.

Pialang menyatakan, euro mendapatkan keuntungan dari meningkatnya risk appetite, namun resisten pada 1,50 dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Euro menguat lagi hari ini, namun tidak akan menembus level tertinggi baru. Namun kami percaya euro akan menguat lagi dari sini hingga awal 2010 karena dolar akan terus melemah secara luar," ujar Camilla Sutton, dari Scotia Capital seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/10/2009).

Nilai tukar rupiah pun ikut mencicipi berkah tren pelemahan dolar AS. Ditambah hadirnya lelang SUN, investor asing diharapkan kembali memasukkan dana-dananya ke Indonesia.

Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), rupiah dibuka menguat ke 9.370 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.409 per dolar AS.

(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads