"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan pemegang saham lama Grup Optima pekan lalu, dan rencana akuisisi itu telah dilaporkan kepada Bapepam-LK. Mudah-mudahan proses akuisisi bisa rampung tiga bulan mendatang," kata Direktur Utama Garuda Capital Investama, Abraham Leo dalam siaran persnya, Selasa (20/10/2009).
Menurut Abraham, investor asal Dubai itu kini mengelola dana lebih dari US$ 40 miliar, dan sebagian sudah diinvestasikan selama ini pada berbagai sektor di Indonesia. Garuda Capital Investama dimiliki sejumlah pengusaha nasional dan merupakan induk perusahaan (holding ). Saat ini, perseroan menggeluti usaha aset manajemen, jasa broker, asuransi, teknologi informasi, dan properti.
Dia yakin, pasca masuknya investor baru, kegiatan usaha Optima Kharya Asset Management dan Capital Securities dapat kembali berkembang, termasuk menyelesaikan semua kewajiban kepada para nasabah.Abraham menegaskan, setelah proses akuisisi disetujui oleh otoritas pasar modal, investor baru akan merombak jajaran direksi dan komisaris Optima guna memperkuat kegiatan usaha dan struktur permodalan.
"Di samping itu, sejumlah produk baru seperti reksadana syariah dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) bakal diluncurkan tahun depan," jelas dia.
Abraham mengatakan, perusahaan minyak dari Amerika Serikat (AS) sudah berkomitmen untuk membeli produk RDPT yang dipasarkan Garuda Capital Investama.Sementara itu, pemegang saham terbesar Optima Capital Management dan Optima Securities Harjono Kesuma membenarkan, konsorsium Garuda Capital Investama telah mengakuisisi 100% saham kedua perusahaan itu.
"Saya berharap, bisnis Optima dapat berkembang lebih baik, menyusul masuknya investor dan manajemen baru," jelas dia.
Komisaris Utama Garuda Capital Investama Subur Budhi Santoso menambahkan, bisnis grup Optima harus dikembangkan, karena memiliki aset yang cukup besar dan sudah lama menggeluti industri pasar modal. Selain itu, kata dia, grup Optima telah ikut memajukan industri pasar modal di Tanah Air.
"Jadi, masuknya investor baru dan perubahan manajemen diharapkan dapat memperkuat bisnisnya ke depan, terlebih kami merangkul investor dari Dubai," tandas Subur.
Saat ini, Aset Optima berjumlah sekitar Rp 2 triliun dan memiliki tujuh kantor cabang di berbagai kota. Abraham Leo menambahkan, pihaknya akan terus menambah jumlah kantor cabang hingga 20 pada 2010, khususnya di kota-kota besar.Fasilitas perdagangan secara online akan dibangun guna menjaring nasabah sebanyak mungkin.
Incar Rights Issue Bank Agro
Selain mengambilalih saham grup Optima, lanjut dia, Garuda Capital Investama berniat menjadi salah satu pemegang saham mayoritas PT Bank Agro Tbk (AGRO). Hal itu dilakukan dengan menjadi pembeli siaga (standby buyer ) terkait rencana penerbitan saham baru (rights issue ) AGRO.
Perseroan menyiapkan dana sekitar US$ 30 juta untuk menjadi pembeli siaga rights issue Bank Agro. "Ini menujukkan, kami cukup serius mengembangkan jasa keuangan dan pasar modal di Indonesia," kata dia. (dro/qom)











































