Pasar tidak memberikan respons yang agresif atas pelantikan SBY dan Boediono sebagai Presiden dan Wapres. Saham-saham unggulan justru bertumbangan.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin pelemahan IHSG. Saham BUMI melemah hingga Rp 150 menjadi Rp 2.850 dengan nilai transaksi hingga Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah hingga 18,708 poin (0,74%) ke level 2.502,216. Indeks LQ 45 juga melemah 4,677 poin (0,94%) ke level 492,432. Di awal perdagangan, IHSG sempat bergerak menguat dan titik tertingginya ada di 2.531,791.
Padahal bursa-bursa regional mayoritas bergerak menguat.
- Indeks Nikkei-225 ditutup menguat 100,33 poin (0,98%) ke level 10.336,84.
- Indeks Komposit Shanghai naik 46,18 poin (1,52%) ke level 3.084,45.
- Indeks Hang Seng naik 184,50 poin (0,83%) ke level 22.384,96.
- Indeks KOSPI naik 10,08 poin (0,61%) ke level 1.659,15.
- Straits Times turun 3,88 poin ke level 2.707,82.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 81.352 kali pada volume 6.462 juta lembar saham senilai Rp 3,757 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 134 saham turun dan 63 saham stagnan.
Saham-saham lain yang melemah di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 7.900, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 100 menjadi Rp 3.050, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 75 menjadi Rp 4.750, PGN (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 3.700, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 2.575, PTBA turun Rp 250 menjadi Rp 14.600.
Sedangkan saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 33.200, Timah (TINS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.250, United Tractor (UNTR) naik Rp 100 menjadi Rp 16.600, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 12.100.
(qom/dro)











































