BEI: IHSG Melemah Bukan Karena Pelantikan Presiden

BEI: IHSG Melemah Bukan Karena Pelantikan Presiden

- detikFinance
Selasa, 20 Okt 2009 17:30 WIB
BEI: IHSG Melemah Bukan Karena Pelantikan Presiden
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah bersamaan dengan pelantikan SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden, sementara bursa-bursa regional lain bergerak menguat. Namun Bursa Efek Indonesia (BEI) menepis pelemahan IHSG hari ini terkait respons negatif pasar terhadap pelantikan.

Menurut Dirut BEI Ito Warsito, banyak faktor yang menyebabkan turunnya IHSG. Faktor pasar regional menjadi penentu yang lebih dominan atas melemahnya pasar saham Indonesia.

"Investor kan sudah tahu lama, tentang terpilihnya kembali SBY. Sudah dari jauh-jauh hari sebelumnya, bulan Juni kan. Jadi bukan karena pelantikan," kata Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito di kantornya, Jakarta, Selasa (20/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah hingga 18,708 poin (0,74%) ke level 2.502,216. Indeks LQ 45 juga melemah 4,677 poin (0,94%) ke level 492,432. Di awal perdagangan, IHSG sempat bergerak menguat dan titik tertingginya ada di 2.531,791.

Menurut Ito, tidak ada kaitannya antara pelantikan presiden dengan melemahnya bursa saham. Pelemahan bisa saja terjadi karena faktor regional.

"Investor pasar modal tidak mengaitkan penjulan saham dengan pelantikan hari ini," paparnya yang ditemui di gedung BEI Jakarta.

Sementara analis pasar saham dari Kapita Sekurindo Hariyajid Ramelan mengatakan, pelemahan IHSG kemungkinan disebabkan dari aksi ambil untung dari sebagian investor. Menurut analis pasar dari Kapita Sekurindo ini, meningkatnya IHSG sebesar  80% dalam 9 bulan terakhir menjadi alasan pelaku pasar memutuskan aksi profit taking.

"Sebagian investor ada yang memutuskan aksi ambil untung. Ini menjadi hal yang wajar, namun pasar akan membaik," kata Hariyajid  yang dihubungi detikfinance.

Optimisme juga didengungkan oleh Ito Warsito.  Menurutnya, pasar akan membaik keesokkan harinya. "Sapa tahu besok malah naik," tambah Ito.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads