Pada perdagangan kemarin, Selasa (20/10/2009), asing juga tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp 1,248 triliun dengan transaksi jual bersih sebesar Rp 306,054 miliar.
Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Rabu (21/10/2009), transaksi jual asing di pasar negosiasi tercatat sebesar Rp 150,889 miliar, sedangkan aksi jual di pasar reguler mencapai Rp 1,108 triliun. Totalnya mencapai Rp 1,259 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai transaksi jual bersih (net selling) asing di seluruh pasar mencapai Rp 615,57 miliar, khusus di pasar reguler sebesar Rp 618,84 miliar.
Konsentrasi pembelian asing hari ini terutama pada saham-saham perkebunan, meskipun nilainya tidak besar. Asing membeli PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp 10,825 miliar, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) sebesar Rp 7,126 miliar dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) sebesar Rp 4,218 miliar.
Pembelian asing terbesar hari ini pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp 77,181 miliar. Namun karena adanya tekanan jual cukup besar, net buyingnya tercatat sebesar Rp 34,802 miliar.
Saham lain yang diburu asing hari ini seperti PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 17,99 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 13,581 miliar, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Rp 8,972 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 13,376 miliar dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 19,146 miliar.
Total nilai pembelian asing pada saham-saham di atas sebesar Rp 172,415 miliar, net buyingnya sebesar Rp 93,471 miliar akibat tekanan jual asing yang cukup besar.
Sementara transaksi jual asing hari ini terkonsentrasi pada saham-saham bank BUMN, tambang batubara dan infrastruktur. Asing melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp 423,611 miliar dengan net selling sebesar Rp 332,903 miliar. Selama dua hari terakhir, asing sudah melepas BUMI lebih dari Rp 600 miliar.
Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga mendapat tekanan jual asing sebesar Rp 31,639 miliar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 16,427 miliar, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) Rp 20,631 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 14,045 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 120,986 miliar, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebesar Rp 17,316 miliar serta PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,615 miliar.
Sebanyak 6 saham BUMN, terutama saham bank BUMN, juga menerima tekanan jual cukup besar dari investor asing. Asing menjual saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 26,201 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 36,172 miliar serta PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sebesar Rp 24,048 miliar.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menerima tekanan jual paling mendingan sebesar Rp 25,719 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) lebih besar lagi Rp 90,651 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi korban terbesar penjualan asing mencapai Rp 102,85 miliar.
Total penjualan asing pada saham-saham di atas mencapai Rp 964,911 miliar dengan net selling sebesar Rp 693,74 miliar.
Seluruh bursa Eropa siang tadi dibuka turun tajam, rata-rata anjlok lebih dari 1%, melanjutkan penurunan yang telah terjadi sejak perdagangan kemarin. Seluruh bursa regional Asia pun ditutup anjlok mendekati 1%.
Aksi penjualan asing ini diikuti oleh investor-investor domestik yang kemudian memukul jatuh harga 146 saham di BEI. IHSG ditutup anjlok 25 poin (1,02%) ke level 2.476.
(dro/qom)











































