Pada perdagangan Rabu (21/10/2009), IHSG ditutup melemah 25,419 poin (1,02%) ke level 2.476,797. Indeks LQ 45 juga melemah 5,864 poin (1,19%) ke level 486,568.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/10/2009) kembali dikepung sentimen negatif dari pelemahan bursa-bursa regional. Pada perdagangan Rabu (21/10/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 92,12 poin (0,92%) ke level 9.949,36 akibat tekanan bursa-bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun posisi sejumlah saham yang sudah turun cukup besar masih membuka peluang IHSG untuk rebound. IHSG pada perdagangan Kamis ini diprediksi masih akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor tidak akan memberikan respons yang berlebihan atas terbentuknya kabinet baru karena nama-nama yang diumumkan presiden tadi malam sebelumnya sudah beredar luas.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Optima Sekuritas:
Indeks tertekan 26 poin atau 1% ke level 2.476 dan sempat menembus level support di middle band yakni 2.472. Empat saham penyumbang terbesar yakni ASII, BBRI, BMRI, dan INTP yang berkontribusi 10 poin terhadap turunnya indeks. Investor asing net sell Rp 615 miliar, jumlah yang besar sehingga perlu di cermati. Indeks dalam jangka pendek masih dalam pola downtrend namun berpeluang untuk tehnikal rebound. Level IHSG selanjutnya ada di 2.450-2.490.
Panin Sekuritas:
IHSG kemarin kembali bergerak melemah setelah ditutup pada level 2.476,797 (-1,02%). Minimnya sentimen positif, ditambah pergerakan bursa regional yang melemah serta anjloknya harga komoditas memberikan tekanan pada indeks kemarin. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan melemah terbatas. Meski demikian, perlu diperhatikan peluang untuk trading pada saham berbasis komoditas. Kisaran support-resistance 2.440-2.499. Saham pilihan : ADRO, LSIP, CPIN.
(qom/qom)










































