"Pasar sudah mengamati dari jauh-jauh hari. Tepatnya saat di Sabtu Minggu yang lalu. Reaksi langsung terlihat pada hari Senin (19/10/2009)," jelas kepala riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing, Kamis (22/10/2009).
Sejak nama-nama baru calon menteri beredar pada akhir pekan lalu, IHSG memang terus bergerak negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pada perdagangan Senin (19/10/2009), IHSG ditutup menguat 5,118 poin (0,20%) ke level 2.520,924, setelah sempat terpuruk hingga di bawah level 2.500.
- Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah hingga 18,708 poin (0,74%) ke level 2.502,216.
- Pada perdagangan Rabu (21/10/2009), IHSG ditutup melemah 25,419 poin (1,02%) ke level 2.476,797.
- Pada perdagangan Kamis (22/10/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah 23.995 poin (0,97%) ke level 2.452,802.
"Dalam 20 menit, sudah terjadi penurunan minus 18 poin. Pasar asing tercatat melakukan net-selling sebesar Rp 290 miliar," kata Pardomuan mengomentari perdagangan sesi I hari ini, atau setelah pengumuman KIB jilid II.
Pos-pos menteri yang didengungkan SBY, menurut Pardomuan, tidak sesuai janji pada saat kampaye.
"Terjadi inkonsistensi, diluar perkiraan. Lebih banyak orang politik dibandingkan profesional, Makanya sentimen pasar negatif," terangnya.
Sayang, dia tidak menerangkan secara rinci siapa-siapa saja yang dianggap pasar tidak kompeten. "Yah, temen-temen media sudah tahulah," tambah Pardomuan.
Menurutnya, pembagian menteri pada KIB jilid II ini terkesan bagi-bagi posisi. Namun Pardomuan mengharapakan ini adalah reaksi negatif yang bersifat sementara.
"Mudah-mudahan ini hanya sentimen negatif sementara. Diperkirakan reaksi ini akan terjadi dalam 1 minggu," paparnya.
Namun pasar tetap memberi kesempatan pada pemerintahan SBY yang baru, untuk memperlihatkan kinerja mereka dalam 100 hari.
"Kita akan lihat dalam 100 hari. Apakah program-program yang sudah dijanjikan saat kampanye dapat dijalankan oleh para menteri," imbuhnya.
Negatifnya pasar, juga terpengaruh pada pasar bursa regoinal dan harga minyak dunia yang kembali merangkak naik.
"Bursa regoinal melemah. Dow Jones tadi malam juga turun, sebagai dampak dari ekspektasi negatif akan harga minyak," tambah Pardomuan.
(wep/qom)











































