Selain faktor eksternal, IHSG juga tidak memberikan respons yang positif atas pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Banyaknya figur yang tidak kompeten membuat pasar merasa sedikit tidak nyaman. Pos-pos menteri yang didengungkan SBY dinilai tidak sesuai janji pada saat kampaye.
"Terjadi inkonsistensi, di luar perkiraan. Lebih banyak orang politik dibandingkan profesional, Makanya sentimen pasar negatif," jelas kepala riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing ketika dihubungi detikFinance.
Pada perdagangan Kamis (22/10/2009), IHSG ditutup merosot 43,613 (1,76%) ke level 2.433,184. Indeks LQ 45 juga melemah 9,398 poin (1,93%) ke level 477,170. IHSG pada hari ini sempat melemah 50 poin lebih, dengan titik terendah pada 2.421,515.
Bursa-bursa regional lainnya juga mencatat koreksi yang cukup besar:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 19,18 poin (0,62%) ke level 3.051,41.
- Indeks Nikkei-225 melemah 66,22 poin (0,64%) ke level 10.267,17.
- Indeks Hang Seng melemah 107,59 poin (0,48%) ke level 22.210,52.
- Indeks KOSPI melemah 23,53 poin (1,42%) ke level 1.630,33.
Perdagangan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 96.813 kali dengan volume 4.055 juta lembar saham senilai Rp 5,098 triliun. Sebanyak 36 saham naik, 171 saham turun dan 57 saham stagnan.
Saham-saham grup Astra mengalami penurunan harga yang cukup besar, sebagai koreksi atas kenaikan harga saham grup tersebut yang sudah cukup besar sebelumnya. Saham Astra International (ASII) turun Rp 1.150 menjadi Rp 31.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 menjadi Rp 15.700, Astra Agi Lestari (AALI turun Rp 700 menjadi Rp 21.750.
Saham-saham lain yang mencetak penurunan harga di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 300 menjadi Rp 7.400, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 175 menjadi Rp 2.650, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 4.575.
Sedangkan saham-saham yang berhasil mencetak kenaikan harga antara lain PTBA naik Rp 150 menjadi Rp 14.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 50 menjadi Rp 23.600, International Nickel (INCO) naik Rp 25 menjadi Rp 4.225. (qom/dnl)











































