Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan obligasi ini bertenor 10 tahun dan dimungkinkan dibuka dengan tenor 20-30 tahun. "Global bond ini mulai ditawarkan sejak tadi pagi," ujarnya dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (22/10/2009).
PT PLN (persero) berhasil menekan biaya bahan bakar minyak (BBM) hingga 53% dari Rp 43,675 triliun pada semester I-2008 menjadi Rp 20,789 triliun pada semester I-2009. Hal itu menyebabkan laba bersih PLN pada semester I mencapai Rp 6,265 triliun, naik tajam dibandingkan rugi Rp 1,941 triliun yang dicetak PLN pada semester I-2008.
Sepanjang Semester I-2009 PT PLN (Persero) berhasil menekan biaya bahan bakar sebesar Rp 17 triliun dari program bauran energi (fuel-mix ) sehingga membantu menurunkan beban subsidi pemerintah sebesar Rp 11,6 triliun.
Secara keseluruhan beban usaha mengalami penurunan dibanding periode yang sama 2008 sebesar 16,8% dari Rp. 75,489 triliun menjadi Rp. 62,812 triliun. Pengeluaran terbesar (55%) adalah untuk pembelian bahan bakar dan pembelian tenaga listrik dari perusahaan swasta (20,7%).
Di sisi aset, per 30 Juni 2009, PLN mencatatkan Rp. 305,518 triliun yang terdiri dari aset tidak lancar (noncurrent asset) Rp. 273,379 triliun dan aset lancar (current asset ) Rp. 32,138 triliun.
Sedangkan di sisi kewajiban, tercatat total kewajiban tidak lancar (noncurrent liabilities ) Rp. 131,881 triliun) dan kewajiban lancar (current liabilities ) Rp. 39,851 triliun. Dengan jumlah ekuitas Rp. 133,784 triliun, maka total ekuitas dan kewajiban PLN tercatat Rp. 305,518 triliun.
(dnl/dnl)











































