"Obligasi yang sedang dalam proses, obligasi Salim Ivomas senilai Rp 1-1,5 triliun," ungkap Direktur Utama OSK, Halim Susanto di Shangrila, Jakarta, Jumat (23/10/2009).
Menurut Halim, penerbitan obligasi tersebut dijadwalkan pada November 2009. Selain obligasi Salim Ivomas, perseroan juga tengah menangani obligasi BCA Finance. Sayangnya ia enggan membeberkan nilai emisinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halim mengatakan, pada tahun 2010 tetap OSK tetap akan fokus menggarap emisi obligasi ketimbang emisi IPO. "Tahun depan akan lebih banyak underwriting Bond. Meskipun saham ada tapi tidak dominan," ujar Halim
Β
Menurutnya, pada tahun 2010 proporsi obligasi ditargetkan 60%,sedangkan untuk saham 40%. "Tahun 2009 pasar saham sepi, tapi kita harapkan di tahun depan pertumbuhannya lebih baik," tambah Halim.
Sampai saat ini, OSK menangani 5 obligasi korporasi. Namun di tahun depan, perseroan percaya diri dapat meraih 5-10 obligasi baru dari sektor ritel ataupun korporasi.
Pada kesempatan yang sama, perseroan baru saja meresmikan pembukaan 3 kantor cabang baru di Kelapa Gading, Bandung dan Surabaya. Saat ini, kantor cabang OSK ada di Pantai Indah Kapuk, Puri Kencana dan Semarang.
"Saat ini jumlah nasabah kami ada 1.700 rekening. Diharapkan dengan 3 cabang akan menambah nasabah 3-4 ribu," kata Halim.
OSK merupakan perusahaan sekuritas dengan kepemilikan saham mayoritas oleh OSK Invesment Bank Berhad Malaysia sebesar 51%.
(dro/dro)











































