Ancol Cetak Laba Bersih Rp 110 Miliar

Ancol Cetak Laba Bersih Rp 110 Miliar

- detikFinance
Minggu, 25 Okt 2009 13:15 WIB
Ancol Cetak Laba Bersih Rp 110 Miliar
Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA),  operator Taman impian Jaya Ancol, telah mengantongi laba bersih sebesar Rp 110 miliar atau sekitar 78,27 persen dari target laba bersih tahun ini sekitar Rp 140 miliar.

"Kalau hingga hari ini laba bersih perseroan sekitar Rp 110 miliar," ujar Direktur Utama PT PJAA, Budi Karya Sumadi saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (25/10/2009).

Dari sisi omset PJAA, lanjut Budi, diperkirakan sudah mencapai Rp 500 miliar dari target omset tahun ini sekitar Rp 600 miliar hingga Rp 650 miliar. Omset tersebut berasal dari 11 juta pengunjung yang tercatat datang ke Taman Impian Jaya Ancol sejak awal tahun hingga hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari angka tersebut, 25-30 persennya berasal dari Dunia Fantasi. Kami juga optimis target ini dapat tercapai di akhir tahun sebagai dampak dari libur natal dan tahun baru," jelas Budi.

Budi mengakui, jika dibanding periode yang sama pada tahun lalu, baik dari sisi omset maupun pengunjung mengalami peningkatan.

"Kalau dari sisi pengunjung meningkat 5 persen dibanding tahun lalu, sementara kalau dari segi penerimaan meningkat 15 persen," ungkapnya.

Sementara dari sisi belanja modal (capex) dari rencana awal sekitar Rp 225 miliar hingga Rp 250 miliar baru terserap sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 175 miliar. "Belanja modal yang belum terserap tersebut akan digunakan untuk uang muka pembelian wahana baru di Dufan," papar Budi.

Budi menambahkan, rencananya mulai Mei tahun depan akan ada tiga wahana baru yang akan masuk. Ketiga wahana itu yaitu restorasi dari balada kera, power of terror dan roller coaster.

Untuk balada kera diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 20 miliar - Rp 25 miliar, power of terror akan dibeli dari Jerman Rp 30 miliar dan untuk roller coaster sekitar Rp 45 miliar.

"Adapun rencana belanja modal untuk tahun depan diperkirakan minimal Rp 300 miliar," tandas Budi.
(epi/nrl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads