IHSG selamat di akhir pekan setelah Standard & Poor's menaikkan outlok Indonesia dari stabil ke positif. Investor mulai yakin karena kenaikan outlook itu akan segera diikuti dengan kenaikan peringkat. Jika itu terjadi, maka Indonesia hanya tinggal selangkah menuju investment grade.
Panin Sekuritas mencatat, IHSG sepanjang pekan lalu bergerak melemah -1,90% dari pembukaan 2.515,81 hingga penutupan hari Jumat di 2.464,95. Indeks terlihat kehilangan arah dan mengalami profit taking setelah berhasil menembus level 2.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pada perdagangan Senin (19/10/2009), IHSG ditutup menguat 5,118 poin (0,20%) ke level 2.520,924.
- Pada perdagangan Selasa (20/10/2009), IHSG melemah 18,708 poin (0,74%) ke level 2.502,216. I
- Pada perdagangan Rabu (21/10/2009), IHSG ditutup melemah 25,419 poin (1,02%) ke level 2.476,797.
- Pada perdagangan Kamis (22/10/2009), IHSG ditutup merosot 43,613 (1,76%) ke level 2.433,184.
- Pada perdagangan Jumat (23/10/2009), IHSG ditutup menguat 34,764 poin (1,43%) ke level 2.467,948.
"Sentimen negatif yang menjadi pendorong turunnya indeks adalah aksi jual asing terhadap saham bluechip yang mendominasi perdagangan kemarin. Terlihat saham perbankan, pertambangan menjadi sasaran profit taking sepanjang pekan lalu," jelas Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas.
Saham BUMI, BBRI, BMRI tampak menjadi 3 saham utama yang mendorong turunnya indeks pekan lalu. Pelantikan Presiden dan pengumuman kabinet juga terlihat gagal mengangkat kinerja pasar dan memberikan sentimen positif.
"Kami melihat hal ini disebabkan karena pasar sudah mengantisipasi nama-nama yang dipilih oleh Presiden untuk menduduki kursi menteri," jelasnya.
Mengawali pekan ini, IHSG kembali dikepung sentimen negatif. Pelemahan bursa Wall Street di akhir pekan lalu diprediksi akan menginspirasi pelemahan bursa-bursa regional pada awal pekan ini.
Pada perdagangan Jumat (24/10/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot 109,13 poin (1,08%) ke level 9.972,18. Jatuhnya Dow Jones hingga di bawah level 10.000 terutama dipicu oleh laporan keuangan dari industri yang di bawah ekspektasi. Laporan keuangan industri itu seakan menutup hasil yang baik dari sektor teknologi dan ritel.
Sementara Bursa Jepang mengawali perdagangan awal pekan ini dengan flat saja. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 5,33 poin (0,05%) ke level 10.277,66.
Sentimen negatif tersebut akan mengganjal laju penguatan IHSG lebih lanjut. IHSG pada perdagangan Senin (26/10/2009) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Pada awal pekan ini kami perkirakan indeks masih akan melanjutkan rebound yang terjadi pada hari Jumat. Pergerakan indeks akan diwarnai oleh selective buying terhadap saham-saham yang turun tajam pekan lalu (oversold).
Kami melihat beberapa saham perbankan dan pertambangan masih berpeluang untuk rebound. Meski demikian, perlu diperhatikan pula beberapa faktor eksternal seperti kinerja keuangan perusahaan dan data makro AS, serta pergerakan harga komoditas. Kisaran support-resistance untuk hari ini 2.450-2.490.
(qom/qom)










































