Pada perdagangan Senin (26/10/2009), rupiah ditutup melemah ke 9.490 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.430 per dolar AS.
Pasar sedang sunyi senyap di tengah minimnya berita baru di pasar. Investor hanya melakukan profit taking bersamaan dengan mata uang regional lainnya yang juga cukup variatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekan ini rupiah akan tetap menguat tipis karena beberapa alasan. Pertama, permintaan dolar AS diperkirakan stabil karena pasar masih menginginkan dolar AS menyentuh level di bawah 9.400 sebelum terjadi aksi beli lagi," ujarnya.
Alasan kedua adalah aliran modal ke dalam negeri yang masih akan masuk seiring kenaikan outlook Indonesia oleh Standard & Poor's.Β Sementara BI mengindikasikan mempertahankan BI Rate sehingga spread antara BI Rate dan inflasi masih tetap menarik.
Sementara di pasar Asia, euro kembali menguat ke titik tertingginya dalam 14 bulan terakhir atas dolar AS. Euro sempat menguat hingga 1,5064 dolar, yang merupakan tertinggi sejak 11 Agustus 2008. Euro akhirnya ditutup di 1,5034 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,5027 dolar.
Sementara dolar AS melemah atas yen ke posisi 91,89 yen, dibandingkan sebelumnya di 92,07 yen. Euro melemah atas yen ke posisi 138,14 yen, dibandingkan sebelumnya di 138,26 yen.
(qom/qom)











































