Tujuh perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) dan PT Katarina Utama Tbk (RINA).
Pada pembukaan perdagangan saham pukul 9.30 WIB hari ini saham BWPT langsung menguat Rp 40 menjadi Rp 590 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 1.211.009.000 saham dengan harga perdana Rp 550 per saham. Target dana IPO ini sebesar Rp 666,05 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana IPO akan digunakan untuk membiayai program penanaman kelapa sawit (90%) dan modal kerja perseroan (10%). Hingga 30 Juni 2009, lahan tertanam perseroan seluas 32.423 hektar dari total luas lahan 90.000 hektar. Dalam 3 tahun ke depan, perseroan menargetkan lahan tertanam seluas 64.000 hektar.
Dalam IPO ini, PT Danareksa Sekuritas dan PT BNP Paribas Securities Indonesia bertindak selaku penjamin emisi.
Apabila terjadi kelebihan pemesanan saham dalam penawaran umum, salah satu pemegang saham perseroan, PT Mitra Energi Global memberikan opsi kepada penjamin pelaksana emisi untuk melakukan penjatahan lebih (over allotment) sampai 60,550 juta saham.
Penguatan saham BW Plantation ini terjadi di saat IHSG terpuruk 19,556 poin (0,79%) ke level 2.448,158. Hanya 8 saham yang naik.
(dro/dro)











































