Salim Ivomas Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 1,25 Triliun

Salim Ivomas Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 1,25 Triliun

- detikFinance
Selasa, 27 Okt 2009 10:30 WIB
Salim Ivomas Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 1,25 Triliun
Jakarta - PT Salim Ivomas Pratama, perusahaan terafiliasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 1 triliun dan sukuk ijarah senilai Rp 250 miliar. Dananya akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang bank perseroan dan pengembangan pengangkutan.

Demikian disampaikan dalam prospektus yang dipublikasikan perseroan, Selasa (27/10/2009).

Obligasi dan sukuk ijarah tersebut berjangka waktu 5 tahun. Bunga obligasi dan cicilan imbalan akan dibayarkan setiap tiga bulan. Perseroan juga memberikan opsi pelunasan atau pembelian kembali atas obligasi dan sukuk ijarah ini setidaknya setelah setahun sejak diterbitkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana penerbitan obligasi Rp 1 triliun, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk membiayai kembali (refinancing) utang-utang  bank perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Mei 2009, jumlah kewajiban perseroan mencapai Rp 9,219 triliun terdiri dari kewajiban lancar Rp 4,003 triliun dan kewajiban tidak lancar Rp 5,216 triliun. Posisi utang bank jangka pendek perseroan pada periode tersebut sebesar Rp 2,183 triliun.

Sementara dana perolehan penebritan sukuk ijarah Rp 250 miliar, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk membuat dan melangsungkan jasa pengangkutan selama 5 tahun.

Penjualan perseroan hingga 31 Mei 2009 sebesar Rp 3,460 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 510,6 miliar.

Struktur pemegang saham perseroan saat ini Indofood Oil & Fats Pte Ltd (IOFPL) sebesar 90%, INDF 8%, PT Mandiri Investama Sejati 1,29%, PT Bina Makna Indopratama 0,39% dan PT Multi Langgeng Nusantara 0,32%.

Untuk keperluan penerbitan obligasi ini, Salim Ivomas menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT CIMB Securities, PT Kim Eng Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia.
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads