"Laba bersih kami targetkan meningkat 10-15% dari tahun sebelumnya. Ini didasarkan atas kenaikan harga jual kami dan efisiensi operating cost yang kami lakukan tahun ini," ujarΒ President Director BSDE, Harry Budi Hartanto saat dihubungi detikfinance, Selasa (27/10/2009).
Selain kenaikan harga jual dan efisiensi operating cost, kenaikan laba bersih BSDE juga bersumber dari pelunasan obligasi perseroan sebesar Rp 200 miliar. Pelunasan dilakukan pada tahun 2008, hingga menyebabkan turunnya biaya bunga perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai akhir tahun 2009, BSDE optimistis dapat mencatatkan laba bersih sebesar Rp 256 miliar. Sampai saat ini perseroan mencatat laba bersih pada triwulan-III 2009 sebesar Rp 203 miliar. Angka ini meningkat 59% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 127 miliar.
"Kami optimis laba bersih Perseroan tahun 2009 tumbuh 10-15% dibandingkan laba bersih tahun 2008 karena membaiknya outlook perekonomian Indonesia, khususnya sektor properti," tambah Harry.
Pendapatan BSDE periode Juli β September 2009 sebesar Rp 336 miliar atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Harry juga menerangkan, marjin laba kotor perseroan naik 11,97% pada triwulan III-2009 menjadi 49,60% dari 44,30% pada triwulan III-2008.
Laba kotor BSDE tercatat Rp 432 miliar di triwulan III-2009 dengan pendapatan tercatat sebesar Rp 871 miliar. Kenaikan marjin laba kotor Ini disebabkan beban pokok penjualan turun secara signifikan di triwulan III-2009 sebesar 19% dibandingkan triwulan III-2008. Ini menandakan meningkatnya kemampuan menghasilkan laba yang lebih tinggi di triwulan III-2009 melalui penjualan produk-produk terpilih.
(dro/dro)










































