Demikian diungkapkan Direktur Keuangan PT BW Plantation Tbk Iman Faturrachman dalam konferensi pers atas listing perdana saham mereka di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/10/2009).
Menurut Iman, untuk ekspansi lahan kelapa sawit, membutuhkan dana segar setidaknya Rp 1,2 triliun. Untuk dana ekspansi ini perseroan mengutamakan dari hasil pelepasan saham yang dilakukan hari ini, serta kas internal. Namun jika masih kurang, perseroan akan menghimpun dan dari strategi keuangan lainnya.
"Ekspansi sejumlah lahan, akan memakai dana Initial Public Offering (IPO), namun jika kurang akan pakai strategi financing lainnya. Tidak menutup kemungkinan untuk terbitkan bond (obligasi)," jelas Iman.
Namun rencana penerbitan obligasi, lanjutnya, akan direalisasikan pada beberapa tahun mendatang. "Mungkin akan ada bond yang kita terbitkan di tahun 2011," paparnya.
Biaya untuk penambahan lahan, pada awalnya direncanakan dari hasil pelepasan saham baru (IPO) yang berjumlah 1.211.009.000 lembar dengan harga perdana yang tercatat di papan bursa hari ini Rp 550 per saham. Perkiraan kumpulan dana hasil IPO sebesar Rp 666,05 miliar.
Alokasi dana penambahan, juga disiapkan perseroan dari cash flow mereka yang tercatat positif. Dari laporan keuangan sampai September 2009 tercatat, pendapatan BWPT sebesar Rp 449 miliar dengan total laba bersih Rp 148 miliar.
Sedangkan target pendapatan yang dicanangkan perseoran sampai akhir tahun sebesar Rp 600 miliar dengan laba bersih Rp 200 miliar.
(wep/dnl)











































