Danareka dan Bahana Ikut Tangani IPO BTN

Danareka dan Bahana Ikut Tangani IPO BTN

- detikFinance
Selasa, 27 Okt 2009 14:30 WIB
Danareka dan Bahana Ikut Tangani IPO BTN
Jakarta - PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas akan ikut tangani penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Bank Tabungan Negara (BTN). Dengan masuknya dua sekuritas pelat merah itu, maka BTN akan dibantu oleh 4 underwriter sekaligus.

Menurut Direktur PT Danareksa Persero Aloysius K Ro, pihaknya diminta langsung oleh bank pelat merah itu untuk bisa membantu melakukan valuasi harga saham yang bakal dilepas.

"Kita diminta langsung oleh calon emitennya. Jadi ada 4 underwriter termasuk Bahana," katanya di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (27/10/2009).
Β 
Ia mengatakan, perseroan bersedia membantu aksi korporasi sesama BUMN karena akan menghasilkan sinergi yang menguntungkan kedua belah pihak.

"Kalau bisa bersinergi kan kenapa enggak. Untuk privatisasi BUMN kita siap bantu," katanya.

Ia mengatakan, selain IPO BTN, Danareksa juga akan menangani penawaran saham perdana PT Pembangunan Perumahan (PP). Menurut Aloy, hinga penghujung tahun 2009, Danareksa hanya akan menangani IPO 2 BUMN itu saja yaitu PP dan BTN.

Sementara untuk perusahaan swasta, perseroan sudah menangani IPO BW Plantation yang digelar hari ini. "Sampai akhir tahun tidak ada lagi IPO yang kita tangani," tambahnya.

Sementara di tahun 2010 mendatang, pihaknya membidik IPO yang rencananya akan dilakukan 3 perusahaan sektor industri perkebunan milik negara, yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV dan VII.

Menurut Aloy, ketiga PTON itu adalah yang paling siap menggelar IPO ketimbang PTPN lainnya. Namun ia menyayangkan hingga saat ini 3 perusahaan itu belum mendapat restu dari DPR.

"Mereka itu yang paling siap. Kalau nanti ada tender underwriter kita pasti ikut," ujarnya.

Selain ketiga perusahaan perkebunan itu, Danareksa juga siap untuk ikut tender penjamin emisi yang akan dilakukan lagi oleh PT Krakatau Steel di tahun 2010 mendatang.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads