Pada perdagangan Selasa (27/10/2009), rupiah ditutup melemah ke 9.585 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.490 per dolar AS.
Di pasar Asia, dolar AS menguat ke titik tertingginya dalam 5 pekan terakhir atas yen, di tengah spekulasi Bank Sentral AS akan memberikan sinyal yang jelas untuk prospek kenaikan suku bunganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat penguatan dolar meluas, berkekuatan dan bisa menguat lebih jauh," uar Patrick Bennett, analis dari Societe Generale seperti dikutip dari AFP.
Menurut dealer, dolar AS menguat seiring meningkatnya spekulasi Bank Sentral AS sedang mempersiapkan rencana menaikkan suku bunga.
Namun sebagian analis uga memperkirakan dolar AS akan tetap melemah karena gambaran faktor fundamental yang terus bullish untuk mata uang yang berisiko namun berimbal hasil tinggi.
(qom/qom)
