Investor kembali meneruskan aksi jual di tengah tekanan sentimen negatif dari regional. Saham-saham grup Bakrie juga mengalami tekanan karena kekhawatiran seputar repo PT Bakrie & Brothers Tbk.
Pada perdagangan Rabu (28/10/2009) sesi I, IHSG merosot hingga 64,582 poin (2,66%) ke level 2.360,619. Indeks LQ 45 juga melemah 13,444 poin (2,82%) ke level 462,589.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng melemah 368,64 poin (1,66%) ke level 21.800,95.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 32,51 poin (1,08%) ke level 2.988,95.
- Indeks Nikkei-225 melemah 67,91 poin (0,66%) ke level 10.144,55.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi sebanyak 58,665 kali pada volume 2.966 juta lembar saham senilai Rp 2,328 triliun. Hanya 15 saham naik, 207 saham turun dan 34 saham stagan.
Saham-saham grup Bakrie mengalami penurunan seperti Bumi Resources (BUMI) turun Rp 150 menjadi Rp 2.400, Bakrie and Brothers (BNBR) turun Rp 7 menjadi Rp 96, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 40 menadi Rp 245, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 20 menjadi Rp 280, Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) turun Rp 60 menjadi Rp 710.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 menjadi Rp 21.900, Astra International (ASII) turun Rp 1.050 menjadi Rp 31.900, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 14.750, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 6.650, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.375.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Leyand International (LAPD) naik Rp 5 menjadi Rp 275, Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) naik Rp 5 menjadi Rp 230, Lippo General LPGI naik Rp 20 menjadi Rp 560.
(qom/qom)











































