Demikian disampaikan oleh Wakil Direktur Utama perseroan Paulus Moleonoto dalam paparan publik penerbitan obligasi ini di Sudirman Plaza, Jakarta, Rabu (28/10/2009).
"Penggunaan dana hasil obligasi dan sukuk ini nantinya akan digunakan untuk membayar utang jangka pendek hingga nantinya dalam beberapa tahun ke depan komposisi utang jangka pendek kami akan berkurang," ujarnya.
Paulus mengatakan, saat ini proporsi utang jangka pendek dibandingkan utang jangka panjang perseroan adalah 45%:50%, namun setelah obligasi dan sukuk ini diterbitkan, nantinya proporsi utang perseroan adalah 24% utang jangka pendek dan 76% utang jangka panjang.
Total utang perseroan kali ini adalah sebesar Rp 6,6 triliun. Dalam penerbitan obligasi dan sukuk ini, perseroan menunjuk 5 penjamin emisi yaitu Danareksa Sekuritas, CIMB Sekuritas Indonesia, Kim Eng Securities, Mandiri Sekuritas, dan OSK Nusadana Securities Indonesia.
Perseroan rencananya akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 1 triliun dan sukuk ijarah senilai Rp 250 miliar. Masa penawaran obligasi akan dilakukan pada minggu keempat bulan November.
(wep/dnl)











































